JAWA BARAT — Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia Antam yang diperbarui pukul 08.30 WIB, harga dasar emas Antam hari ini melesat dibandingkan perdagangan Senin (18/5) yang masih bertengger di Rp2,764 juta per gram. Kenaikan ini terjadi di tengah fluktuasi harga emas global yang masih menjadi sentimen utama pasar logam mulia domestik.
Fenomena yang patut dicermati investor adalah pelebaran selisih antara harga jual dan harga buyback. Saat ini, gap tersebut mencapai Rp195 ribu per gram. Artinya, jika investor menjual kembali emas batangan Antam yang baru dibeli hari ini, mereka harus merelakan potensi kerugian hampir 7 persen dari nilai pembelian.
Kondisi ini menjadi sinyal bagi pelaku pasar yang berniat mengambil untung jangka pendek. "Spread yang lebar biasanya terjadi saat harga sedang dalam tren naik tajam. Ini membuat emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang, bukan trading harian," ujar analis komoditas kepada Bisnis Indonesia.
Tak hanya Antam, harga emas BSI Gold juga mencatatkan penguatan. Berdasarkan situs HRTA Gold, emas batangan BSI Gold ukuran 1 gram hari ini berada di level Rp2,681 juta, dengan harga buyback dipatok Rp2,551 juta. Kenaikan ini sejalan dengan pergerakan harga emas Antam sebagai acuan utama pasar.
Namun, pola berbeda terjadi di Pegadaian. Harga emas Galeri24 justru terkoreksi Rp8 ribu menjadi Rp2,756 juta per gram dari sebelumnya Rp2,764 juta. Sementara itu, emas UBS juga turun Rp5 ribu ke level Rp2,788 juta per gram. Perbedaan harga antarproduk ini, menurut catatan Logam Mulia, dipengaruhi oleh produsen, standar cetakan, hingga jalur distribusi masing-masing merek.
Berikut rincian harga emas batangan untuk berbagai ukuran yang berlaku hari ini:
Antam (harga dasar, belum termasuk pajak 0,25 persen):
BSI Gold (harga jual/harga buyback):
Galeri24: 1 gram Rp2.756.000, 10 gram Rp26.951.000, 100 gram Rp267.714.000.
UBS: 1 gram Rp2.788.000, 10 gram Rp27.203.000, 100 gram Rp270.827.000.
Bagi investor ritel, kenaikan harga emas Antam hari ini belum tentu menjadi momentum tepat untuk membeli. Dengan spread buyback yang lebar, risiko kerugian jangka pendek cukup besar. Sebaliknya, bagi pemilik emas batangan, harga buyback yang naik memberikan kesempatan untuk merealisasikan keuntungan jika harga di pasar global terus tertekan.
Investasi emas tetap dianggap sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, perbedaan harga antarproduk dan kebijakan pajak perlu menjadi pertimbangan sebelum bertransaksi.