BOGOR — Proyek strategis yang menghubungkan Kecamatan Bojonggede dan Kemang di Kabupaten Bogor ini bakal menjadi tulang punggung aksesibilitas menuju sport center akademik Rancabungur. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut perencanaan infrastruktur pendukung kawasan olahraga tersebut sudah digagas sejak beberapa tahun lalu, seiring dengan penetapan Rancabungur sebagai pusat olahraga oleh pemerintah pusat.
Pada 2026, Pemkab Bogor lebih dulu melakukan penataan kawasan dari Salabenda hingga perbatasan Kota Depok di Parung. Langkah awal ini menjadi fondasi sebelum proyek-proyek utama berjalan.
Ruas Bomang selama ini dikenal sebagai jalur alternatif yang kerap padat dan kondisinya belum memadai untuk menampung lonjakan kendaraan, terutama jika sport center Rancabungur sudah beroperasi. Dengan tuntasnya jalan ini, akses dari arah Bojonggede menuju Kemang dan sebaliknya diharapkan lebih lancar, sekaligus membuka konektivitas ke kawasan olahraga terpadu.
Bupati Rudy menekankan bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak hanya untuk mendukung kegiatan olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Kabupaten Bogor. “Perencanaan infrastruktur aksesibilitas menuju kawasan tersebut telah digagas sejak beberapa tahun sebelumnya, seiring kebutuhan pembangunan pusat olahraga di wilayah itu,” ujar Rudy.
Tahapan proyek sudah disusun secara bertahap. Sepanjang 2026, fokus utama adalah penataan kawasan Salabenda hingga Parung. Memasuki 2027, ruas jalan Bomang ditargetkan rampung seratus persen. Pada tahun yang sama, pembangunan jembatan flyover Bojonggede–Kemang juga dijadwalkan mulai dikerjakan.
Kehadiran flyover ini menjadi krusial karena akan memecah kemacetan di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik kemacetan di wilayah tersebut. Dengan dua proyek besar ini berjalan beriringan, konektivitas menuju Rancabungur dipastikan semakin kuat.
Bagi warga Bojonggede, Kemang, dan sekitarnya, tuntasnya jalan Bomang berarti waktu tempuh yang lebih pendek dan biaya logistik yang lebih murah. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai penyangga ibu kota dengan mobilitas tinggi. Dengan adanya sport center Rancabungur, potensi ekonomi lokal seperti UMKM dan jasa akomodasi juga diperkirakan ikut terdongkrak.
Pemkab Bogor berharap seluruh tahapan proyek berjalan sesuai jadwal. Jika tidak ada kendala lahan dan anggaran, akses menuju pusat olahraga akademik di Rancabungur akan jauh lebih baik dibandingkan sekarang.