JAWA BARAT — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Wakil Gubernur secara khusus menyoroti aspek keamanan dan ketertiban yang harus dijaga oleh seluruh elemen, terutama para pendukung setia Persib yang dikenal dengan sebutan Bobotoh. Imbauan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan yang bisa muncul sebelum, selama, dan setelah pertandingan berlangsung.
Dalam pernyataan resminya, Wagub Jabar menekankan bahwa semangat olahraga harus diutamakan di atas segalanya. Ia mengingatkan bahwa pertandingan sepak bola adalah ajang silaturahmi dan hiburan, bukan tempat untuk meluapkan emosi secara berlebihan yang berujung pada tindakan anarkis.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, khususnya Bobotoh, untuk menjaga kondisi tetap kondusif. Mari kita tunjukkan bahwa Bobotoh adalah suporter yang cerdas dan dewasa," demikian pernyataan yang disampaikan oleh pihak Pemprov Jabar.
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan panitia pelaksana telah melakukan koordinasi untuk memastikan kelancaran pertandingan. Pengamanan ketat akan diterapkan di sekitar stadion maupun di titik-titik keramaian yang biasa menjadi tempat berkumpulnya suporter.
Imbauan ini juga menyasar masyarakat umum yang tidak menonton langsung ke stadion agar tidak melakukan konvoi atau aksi-aksi yang dapat mengganggu lalu lintas dan ketertiban umum. Wagub berharap pertandingan berjalan lancar dan Persib bisa meraih hasil maksimal.
Berdasarkan pengalaman pertandingan sebelumnya, kemacetan parah dan aksi konvoi suporter kerap terjadi. Oleh karena itu, Pemprov Jabar meminta Bobotoh untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan aksi yang merugikan pengguna jalan lain. Pihak kepolisian juga akan menyiapkan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.
Dengan adanya imbauan ini, pemerintah berharap tidak ada insiden berarti yang mencoreng nama baik sepak bola Jawa Barat. Dukungan penuh dari Bobotoh diharapkan bisa menjadi energi positif bagi tim kesayangan mereka di lapangan.