Ajang Pangajen Rakyat Pinunjul di Kuningan Tutup, Waroenk Rakyat Klaim Temukan Ratusan ‘Mutiara Terpendam’ dari Akar Rumput

Penulis: Candra Setiabudi  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 13:06:37 WIB
Ajang Pangajen Rakyat Pinunjul di Kuningan resmi ditutup setelah berhasil mengumpulkan ratusan calon nominator dari masyarakat akar rumput.

KUNINGAN — Sejak dibuka pada 20 April 2026, ajang Pangajen Rakyat Pinunjul berhasil mengumpulkan ratusan nama calon nominator. Mereka bukan berasal dari tokoh populer atau figur yang sudah memiliki panggung besar, melainkan warga biasa yang dinilai memberi dampak nyata di lingkungannya masing-masing.

Founder Waroenk Rakyat, Dzikri Caesar, mengungkapkan bahwa fase pertama berupa proses pendaftaran dan penjaringan kini telah selesai. Seluruh nama yang masuk—baik melalui rekomendasi maupun pendaftaran mandiri—akan memasuki tahapan seleksi dan penilaian oleh tim juri independen.

Mencari Sosok yang Bekerja dalam Diam

Konsep penghargaan ini memang sengaja tidak diarahkan kepada figur yang telah memiliki panggung besar. Menurut Dzikri, perdebatan internal sempat terjadi saat awal gagasan ini muncul. “Kami sepakat memilih figur-figur yang mungkin dianggap biasa di lingkungannya. Sama seperti sejarah berdirinya Waroenk Rakyat, lahir dari anak muda yang mungkin tidak punya prestasi besar, tetapi memiliki niat berkontribusi bagi Kuningan,” ujarnya, Kamis (21/5).

Dzikri yang juga menjabat sebagai Sekretaris KNPI Kuningan menegaskan, semangat itu yang coba diterjemahkan dalam ajang ini. Baginya, banyak sosok inspiratif di tengah masyarakat yang selama ini bekerja dalam diam, namun belum pernah mendapat ruang apresiasi. “Alhamdulillah, niat kami mencari mutiara-mutiara terpendam di Kuningan mendapat sambutan luar biasa. Bahkan dukungannya jauh di luar ekspektasi kami,” tambahnya.

Dukungan dari Bupati hingga Ormas

Dukungan terhadap ajang ini datang dari berbagai kalangan. Mulai dari Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, hingga sejumlah organisasi kemasyarakatan yang dinilai memiliki kedekatan dengan tema penghargaan. Hal ini menunjukkan bahwa gagasan mengangkat figur akar rumput mendapat tempat di hati para pemangku kepentingan daerah.

Panitia memastikan proses penilaian akan berlangsung ketat. Ratusan nominator yang telah masuk akan disaring melalui penilaian tim juri independen dan profesional. Bahkan, panitia membuka kemungkinan adanya wawancara langsung terhadap calon penerima penghargaan untuk menjaga objektivitas.

Jargon Anti-Titipan Menjaga Kredibilitas

Salah satu yang menjadi perhatian adalah komitmen panitia terhadap integritas proses seleksi. Dzikri yang juga mantan Ketum PMII Kuningan menegaskan bahwa ajang ini bersih dari intervensi pihak mana pun. “Seperti jargon Waroenk Rakyat selama ini, kami tidak menerima 86 dalam bentuk apa pun. Proses penilaian dipastikan bersih tanpa titipan dari pihak mana pun. Semua akan dinilai seobjektif mungkin,” tegasnya.

Dengan ditutupnya pendaftaran, tahapan selanjutnya adalah seleksi dan penilaian yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Masyarakat Kuningan kini menanti siapa saja sosok-sosok yang selama ini dianggap biasa, namun ternyata menyimpan kontribusi luar biasa bagi lingkungannya.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: ciremaitoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top