GARUT — Pagelaran yang mengusung tema "Menebar Sejarah, Menjaga Tradisi" ini menjadi panggung bagi siswa kelas X dan XI untuk menunjukkan hasil belajar di luar ruang kelas. Wakil Kepala Sekolah SMAN 18 Garut, Ojat Rojat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2025/2026.
"Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Kami ingin siswa mampu mengimplementasikan hasil belajar melalui kreativitas, kolaborasi, dan karya nyata yang dapat ditampilkan kepada publik," ujar Ojat.
Yang menarik dari pagelaran ini adalah penggabungan empat bidang studi dalam satu pertunjukan utuh. Seni Budaya, Sejarah, Sosiologi, dan Bahasa Sunda dikemas dalam drama tari yang sarat pesan tentang warisan budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Sunda.
Ojat menegaskan, pendekatan ini sengaja dipilih untuk memberi pengalaman belajar berbeda bagi siswa. Mereka tidak hanya menghafal teori, tetapi juga mempraktikkan langsung keterampilan berpikir kreatif, kerja sama tim, dan apresiasi terhadap budaya lokal.
Salah satu unsur yang diangkat dalam pagelaran adalah Seni Babad Rempug, kesenian khas dari Desa Mulakeude, Kecamatan Sucinaraja. Sekolah sengaja memasukkan unsur kearifan lokal Garut ini sebagai bentuk penguatan identitas budaya di tengah arus globalisasi.
"Kami berharap siswa memiliki rasa bangga terhadap sejarah, budaya, dan seni Sunda. Kreativitas yang tumbuh di sekolah diharapkan menjadi pondasi karakter mereka untuk masa depan," pungkas Ojat.
Kegiatan yang digelar secara internal ini merupakan puncak dari evaluasi pembelajaran selama satu semester. Sekolah mengukur kompetensi siswa dari tiga aspek sekaligus: pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Menurut Ojat, melalui pagelaran seperti ini, bakat dan minat siswa di bidang seni pertunjukan, teater, tari, hingga kemampuan berpikir kreatif dan kolaborasi bisa terlihat jelas. "Ini bagian dari pendidikan yang memanusiakan potensi peserta didik," tegasnya.
Dari total 926 peserta, sebanyak 491 siswa berasal dari kelas X dan 435 siswa dari kelas XI. Seluruh rangkaian acara berlangsung di lingkungan sekolah sebagai bentuk implementasi langsung dari Kurikulum Satuan Pendidikan yang telah berjalan.