926 Siswa SMAN 18 Garut Unjuk Kebolehan dalam Pagelaran Seni Kolaboratif, Padukan Sejarah dan Tradisi Sunda

Penulis: Darmawan Putra  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 14:11:30 WIB
siswa SMAN 18 Garut tampil dalam pagelaran seni kolaboratif bertema sejarah dan tradisi Sunda.

GARUT — Pagelaran yang mengusung tema "Menebar Sejarah, Menjaga Tradisi" ini menjadi panggung bagi siswa kelas X dan XI untuk menunjukkan hasil belajar di luar ruang kelas. Wakil Kepala Sekolah SMAN 18 Garut, Ojat Rojat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2025/2026.

"Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Kami ingin siswa mampu mengimplementasikan hasil belajar melalui kreativitas, kolaborasi, dan karya nyata yang dapat ditampilkan kepada publik," ujar Ojat.

Empat Mata Pelajaran Dilebur dalam Satu Panggung

Yang menarik dari pagelaran ini adalah penggabungan empat bidang studi dalam satu pertunjukan utuh. Seni Budaya, Sejarah, Sosiologi, dan Bahasa Sunda dikemas dalam drama tari yang sarat pesan tentang warisan budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Sunda.

Ojat menegaskan, pendekatan ini sengaja dipilih untuk memberi pengalaman belajar berbeda bagi siswa. Mereka tidak hanya menghafal teori, tetapi juga mempraktikkan langsung keterampilan berpikir kreatif, kerja sama tim, dan apresiasi terhadap budaya lokal.

Seni Babad Rempug Jadi Sorotan

Salah satu unsur yang diangkat dalam pagelaran adalah Seni Babad Rempug, kesenian khas dari Desa Mulakeude, Kecamatan Sucinaraja. Sekolah sengaja memasukkan unsur kearifan lokal Garut ini sebagai bentuk penguatan identitas budaya di tengah arus globalisasi.

"Kami berharap siswa memiliki rasa bangga terhadap sejarah, budaya, dan seni Sunda. Kreativitas yang tumbuh di sekolah diharapkan menjadi pondasi karakter mereka untuk masa depan," pungkas Ojat.

Bukan Sekadar Pentas, Tapi Evaluasi Kompetensi

Kegiatan yang digelar secara internal ini merupakan puncak dari evaluasi pembelajaran selama satu semester. Sekolah mengukur kompetensi siswa dari tiga aspek sekaligus: pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Menurut Ojat, melalui pagelaran seperti ini, bakat dan minat siswa di bidang seni pertunjukan, teater, tari, hingga kemampuan berpikir kreatif dan kolaborasi bisa terlihat jelas. "Ini bagian dari pendidikan yang memanusiakan potensi peserta didik," tegasnya.

Dari total 926 peserta, sebanyak 491 siswa berasal dari kelas X dan 435 siswa dari kelas XI. Seluruh rangkaian acara berlangsung di lingkungan sekolah sebagai bentuk implementasi langsung dari Kurikulum Satuan Pendidikan yang telah berjalan.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: jabarbicara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top