BOGOR — Banjir akibat luapan Kali Cijayanti melanda permukiman warga di Kampung Babakan Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, pada Minggu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 138 rumah terendam, dengan total warga terdampak mencapai 456 jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.15 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur dalam waktu lama menyebabkan aliran Kali Cijayanti meluap dan merendam sejumlah RT di RW 01, RW 02, RW 06, dan RW 09.
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 70 sentimeter hingga 150 sentimeter di titik-titik terendah. Akibat terjangan air, satu unit rumah milik warga bernama Enjuh di RT 03 RW 01 mengalami rusak berat hingga ambruk. Penghuni rumah yang terdiri dari satu keluarga atau dua jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di lokasi yang sama.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban terancam dalam peristiwa ini. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bogor, Damkar, Satpol PP Kecamatan Babakan Madang, perangkat desa, Destana, hingga PMI langsung diterjunkan ke lokasi untuk penanganan darurat.
“Langkah yang dilakukan antara lain kaji cepat, edukasi kebencanaan, koordinasi dengan aparat setempat, hingga penyedotan air di lokasi terdampak banjir,” ujar Adam dalam laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Bogor. Hingga Minggu malam, banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Warga bersama tim gabungan masih melakukan pembersihan lumpur dan genangan air yang masuk ke dalam rumah.
BPBD juga mencatat kebutuhan mendesak warga terdampak berupa bantuan logistik tanggap darurat. Proses kaji cepat masih terus dilakukan untuk mendata kerusakan dan kebutuhan lebih lanjut pascabencana. Pemerintah desa setempat bersama BPBD masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.