RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor Beri Apresiasi Pegawai dan Serahkan Shohibul Qurban Usai Apel Pagi

Penulis: Agus Hermawan  •  Senin, 25 Mei 2026 | 19:50:00 WIB
Manajemen RSUD R Moh Noh Nur memberikan penghargaan kepada pegawai berprestasi saat apel pagi.

LEUWILIANG — Manajemen RSUD R Moh Noh Nur memanfaatkan apel pagi sebagai momen pemberian penghargaan kepada sejumlah pegawai. Dalam kegiatan yang digelar di halaman rumah sakit itu, direksi juga menyerahkan hewan kurban dari para shohibul qurban untuk Iduladha.

Penghargaan untuk Pegawai Teladan dan Berdedikasi

Apresiasi diberikan kepada pegawai yang dinilai memiliki kinerja terbaik, disiplin tinggi, serta dedikasi dalam pelayanan pasien. Penghargaan ini merupakan agenda rutin yang digelar secara periodik oleh pihak rumah sakit.

“Ini bentuk motivasi agar seluruh pegawai terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar perwakilan direksi dalam sambutannya di hadapan peserta apel.

Shohibul Qurban Serahkan Hewan Kurban

Usai apel pagi, acara dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban dari shohibul qurban. Hewan tersebut akan disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat sekitar rumah sakit, termasuk pasien dan keluarga yang menjalani perawatan.

Hewan kurban yang diterima terdiri dari sapi dan kambing. Pihak rumah sakit memastikan proses pemotongan dan distribusi daging berjalan sesuai syariat serta tepat sasaran.

Apel Pagi Jadi Ajang Silaturahmi dan Evaluasi

Apel pagi di RSUD R Moh Noh Nur tidak hanya menjadi forum pemberian penghargaan. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk evaluasi pelayanan, penyampaian instruksi direksi, serta penguatan komunikasi antarunit.

Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Raya Leuwiliang ini melayani pasien dari berbagai kecamatan di Bogor barat. Dengan adanya apresiasi pegawai dan program kurban, manajemen berharap semangat kerja dan kepedulian sosial terus meningkat.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top