BOGOR — Sejumlah tokoh Kota Bogor menyuarakan keberatan atas rencana perubahan nama Jalan Batutulis–Suryakencana. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak berdampak langsung pada kesejahteraan warga dan justru mengabaikan potensi besar kawasan itu sebagai ikon sejarah dan ekonomi.
Para tokoh berpendapat bahwa Jalan Batutulis–Suryakencana menyimpan nilai historis tinggi serta menjadi urat nadi perdagangan dan jasa di pusat kota. Fokus pada revitalisasi trotoar, penataan pedagang kaki lima, hingga promosi wisata budaya dinilai akan memberi manfaat lebih nyata bagi warga dan pelaku UMKM.
“Daripada sibuk mengganti nama, lebih baik Pemkot Bogor serius mengelola kawasan ini sebagai destinasi wisata terpadu. Dampak ekonominya bisa langsung dirasakan pedagang dan warga sekitar,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang dihubungi, Selasa lalu.
Perubahan nama jalan akan berdampak langsung pada pemilik usaha, pelaku UMKM, dan warga yang tinggal di sepanjang ruas Batutulis–Suryakencana. Mereka harus mengganti dokumen administrasi, alamat pada surat izin usaha, hingga papan nama toko. Biaya dan waktu yang dibutuhkan dinilai tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
Selain itu, identitas kawasan yang sudah melekat selama puluhan tahun akan hilang. Nama Batutulis sendiri merujuk pada situs prasasti Kerajaan Sunda yang menjadi salah satu cagar budaya di Kota Bogor.
Alih-alih mengganti nama, para tokoh mendorong Pemkot Bogor untuk mempercepat program penataan kawasan Batutulis–Suryakencana. Beberapa usulan yang mengemuka antara lain:
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Kota Bogor terkait kelanjutan rencana perubahan nama jalan maupun program penguatan kawasan Batutulis–Suryakencana. Para tokoh berharap Pemkot segera menggelar forum musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) khusus untuk membahas masa depan kawasan bersejarah ini.
Jika perubahan nama tetap dipaksakan, para tokoh meminta Pemkot Bogor menyiapkan masa transisi yang panjang, termasuk sosialisasi masif ke warga dan pelaku usaha. Mereka juga mendesak agar biaya administrasi penggantian dokumen ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Kawasan ini memiliki potensi besar karena berada di pusat kota, dekat dengan Stasiun Bogor, dan dikelilingi bangunan bersejarah. Dengan penataan yang tepat, Batutulis–Suryakencana bisa menjadi destinasi wisata heritage dan kuliner yang mampu bersaing dengan kawasan wisata lain di Jawa Barat.