Kabupaten Garut Masih Kaji Pembangunan Pabrik Pakan Ternak, Petani Jagung Berharap Ada Hilirisasi

Penulis: Darmawan Putra  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:02:13 WIB
Dinas Pertanian Garut menunggu hasil kajian PT Agrinas terkait pembangunan pabrik pakan ternak.

GARUT — Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut masih menunggu hasil kajian dari tim survei PT Agrinas terkait rencana pembangunan pabrik pakan ternak. Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menyatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan realisasi proyek tersebut dimulai.

"Masih nunggu tim survei dari Agrinas. Waktu kesepakatan saat pertemuan terakhir di kantor Agrinas ya seperti itu," kata Ardhy di Garut, Jumat.

Garut Pemasok Jagung Terbesar Jabar, tapi Tak Punya Pabrik Sendiri

Data Dispertan Garut mencatat produksi jagung tahun 2025 mencapai 458.978 ton dari luas lahan panen 60.230 hektare. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 432.252 ton.

Dari total produksi itu, Garut menyuplai 42 persen kebutuhan jagung tingkat Provinsi Jawa Barat. Namun, selama ini sebagian besar jagung justru dibawa ke luar daerah untuk diolah, lalu hasil olahannya dibeli kembali oleh peternak di Garut.

"Bupati sekarang sedang mendorong hilirisasi jagung, membangun titik-titik pabrik pengolahan jagung terutama jagung untuk bahan pakan ternak," ujar Ardhy.

Dua Wilayah Disiapkan: Utara dan Selatan Garut

Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan dua titik strategis untuk pembangunan pabrik pakan ternak. Keduanya berada di wilayah utara dan selatan yang merupakan sentra tanaman jagung.

"Rencana kemarin itu wilayah utara dan selatan karena memang sentra jagung kita di selatan dan utara, harapannya bisa dua-duanya," kata Ardhy.

Keberadaan pabrik di kedua wilayah itu diharapkan memangkas biaya logistik petani dan peternak. Selama ini, biaya transportasi menjadi salah satu beban utama karena jagung harus dikirim keluar daerah untuk diolah.

Dampak Ekonomi Jika Pabrik Jadi Beroperasi

Ardhy menambahkan, pembangunan pabrik pakan ternak di Garut akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Petani jagung tidak lagi menjual bahan baku mentah dengan harga rendah, sementara peternak bisa mendapatkan pakan dengan harga lebih terjangkau.

"Kami berharap itu bisa terwujud karena keberadaannya akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan," katanya.

Selain itu, hilirisasi jagung di dalam daerah juga berpotensi menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Garut.

Kapan Pabrik Pakan Ternak di Garut Mulai Dibangun?

Hingga saat ini, Dispertan Garut belum bisa memastikan jadwal pembangunan. Semua masih bergantung pada hasil kajian tim survei PT Agrinas. Pemerintah daerah berharap proses kajian tidak berlarut-larut agar petani dan peternak segera merasakan manfaatnya.

Jika terealisasi, pabrik pakan ternak ini akan menjadi solusi bagi rantai pasok jagung yang selama ini tidak efisien. Garut tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga pusat pengolahan hasil pertanian.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top