Pencarian

Pendaki Malaysia Alami Cedera Tulang Belakang di Rinjani, Evakuasi Helikopter Terhambat Kabut Tebal

Selasa, 26 Mei 2026 • 12:16:01 WIB
Pendaki Malaysia Alami Cedera Tulang Belakang di Rinjani, Evakuasi Helikopter Terhambat Kabut Tebal
Pendaki asal Malaysia mengalami cedera tulang belakang saat turun dari Gunung Rinjani.

JAWA BARAT — Kecelakaan terjadi ketika Chye Connsyinn tengah melakukan perjalanan turun dari puncak Gunung Rinjani. Ia terjatuh dan mengalami cedera serius di bagian tulang belakang, yang mengakibatkan dirinya tidak mampu menggerakkan tubuh. Porter dan pemandu pendakian yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban menuju Pelawangan 2 Sembalun.

Kendala Cuaca dan Keputusan Medis

Proses evakuasi menggunakan helikopter dari posko lanjutan, bagaimanapun, tidak dapat segera dilakukan. Kabut tebal dan cuaca buruk yang menyelimuti kawasan Gunung Rinjani membuat jarak pandang sangat terbatas. Penerbangan dinilai tidak aman untuk dilakukan dalam kondisi tersebut.

Atas rekomendasi tim medis dari Nusa Medica Clinic, diputuskan agar Chye tetap berada di Pelawangan 2 Sembalun untuk sementara waktu. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas kondisi fisiknya yang masih kritis akibat cedera tulang belakang.

Kronologi dan Respons Tim Penyelamat

Setelah insiden, porter dan guide yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan. Mereka mengevakuasi korban dari titik jatuh menuju Pelawangan 2 Sembalun, yang menjadi posko evakuasi sementara. Tim medis kemudian melakukan asesmen dan merekomendasikan evakuasi udara sebagai opsi tercepat untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

Namun, cuaca buruk yang tiba-tiba datang menjadi kendala utama. Kabut tebal tidak hanya membatasi jarak pandang tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan bagi pilot dan kru medis yang akan terbang. Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih menunggu celah cuaca untuk melanjutkan proses evakuasi.

Gunung Rinjani dan Risiko Pendakian

Gunung Rinjani, yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu destinasi pendakian favorit di Indonesia. Jalur Sembalun, yang dilalui korban, dikenal memiliki medan yang menantang dengan perubahan cuaca yang ekstrem. Insiden ini kembali mengingatkan akan pentingnya kesiapan fisik, perlengkapan yang memadai, serta pemantauan kondisi cuaca secara ketat sebelum melakukan pendakian.

Pihak pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) diharapkan dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai prosedur evakuasi dan langkah pencegahan ke depannya. Sementara itu, keluarga korban di Malaysia telah dihubungi dan proses evakuasi terus diupayakan secepat mungkin setelah kondisi cuaca memungkinkan.

Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks