Apple Watch dikenal sebagai salah satu pelacak tidur terbaik di pasaran, tapi perangkat ini tidak bisa bekerja optimal tanpa kerja sama dari pemakainya. Seorang pengguna yang telah menggunakan Apple Watch untuk memonitor tidurnya mengaku baru sadar bahwa kebiasaan sehari-harinya justru merusak akurasi data yang dikumpulkan jam tangan pintar tersebut. Ia membagikan lima kesalahan umum yang ia lakukan dan bagaimana cara memperbaikinya.
Kesalahan paling umum adalah ukuran strap yang tidak pas. Banyak pengguna, termasuk penulis pengalaman ini, awalnya mengencangkan strap karena takut jam tangan terlepas saat tidur. Akibatnya, kulit iritasi dan sensor tidak bisa bekerja maksimal.
Sebaliknya, setelah melonggarkan strap secara berlebihan, monitor Apple Watch justru bergeser ke bawah pergelangan. Padahal, sensor hanya bisa membaca data secara akurat jika jam tangan berada di posisi yang benar, yaitu di atas tulang pergelangan, lebih dekat ke siku daripada ke telapak tangan.
Apple Support menyarankan pengguna untuk memasang Apple Watch dengan posisi "tidak terlalu ketat, tidak terlalu longgar, dan masih ada ruang bagi kulit untuk bernapas." Kontak kulit yang konsensisten menjadi syarat mutlak agar data tidur akurat.
Kebiasaan mengisi daya perangkat di malam hari memang praktis untuk ponsel atau laptop, tapi menjadi bumerang bagi pengguna Apple Watch yang ingin melacak tidur. Penulis mengaku berkali-kali harus menunda waktu tidur karena jam tangan belum selesai diisi daya.
Solusinya sederhana: jadikan pengisian daya sebagai langkah pertama dalam rutinitas malam. Dengan mencolokkan Apple Watch sebelum memulai aktivitas malam, baterai memiliki waktu cukup untuk mengisi daya yang dibutuhkan guna merekam tujuh hingga sembilan jam tidur. Pengguna juga bisa mengatur pengingat pengisian daya di ponsel.
Banyak pengguna membiarkan iPhone memperbarui perangkat lunak secara otomatis saat tidur, tapi lupa bahwa Apple Watch membutuhkan pengaturan serupa. Masalahnya, jam tangan tidak bisa memperbarui secara otomatis jika sedang dipakai di pergelangan tangan.
Pembaruan perangkat lunak penting karena membawa perbaikan pada interpretasi data sensor, perbaikan bug, dan metrik kesehatan baru. Pengguna disarankan untuk rutin memeriksa aplikasi Apple Watch di iPhone atau menanggapi pengingat yang muncul di layar jam tangan untuk menginstal pembaruan yang tersedia.
Apple Watch tidak hanya digunakan untuk tidur, tapi juga sepanjang hari untuk melacak langkah atau aktivitas lainnya. Akibatnya, kotoran, keringat, tabir surya, dan minyak alami kulit menumpuk di bagian belakang jam tangan yang bersentuhan langsung dengan sensor.
Apple Support memperingatkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi sensor. Membersihkannya cukup mudah: cukup lap bagian belakang jam tangan dengan kain lembut yang tidak abrasif dan tidak berbulu. Jika perlu, basahi kain sedikit dengan air tawar. Jangan gunakan pembersih kimia atau bahan kasar.
Bagi pengguna yang mandi malam, kebiasaan langsung memasang Apple Watch setelah keluar dari kamar mandi juga bermasalah. Kelembapan berlebih dan residu losion atau minyak esensial yang masih basah di kulit bisa mengganggu pembacaan sensor.
Solusinya, tunggu beberapa saat hingga kulit benar-benar kering sebelum memasang jam tangan. Pastikan area pergelangan tangan bebas dari losion atau produk perawatan kulit lainnya agar sensor bisa bekerja optimal sepanjang malam.