CIANJUR — DPKHP Kabupaten Cianjur memastikan setiap daging hewan kurban yang disembelih di wilayahnya telah lolos pemeriksaan ketat. Medik Veteriner DPKHP Cianjur Kharisudin mengatakan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan saat hewan masih hidup, tetapi juga setelah disembelih.
Pemeriksaan Organ Dalam untuk Deteksi Penyakit
Petugas memeriksa organ dalam seperti hati, limpa, jantung, dan paru-paru untuk mengidentifikasi potensi penyakit. Prosedur ini disebut post mortem, yaitu pemeriksaan tubuh setelah kematian guna memastikan penyebab kematian dan kelayakan konsumsi.
"Pemeriksaan meliputi tubuh dan organ setelah kematian guna mengetahui penyebab pasti kematian dan mengidentifikasi apakah terdapat penyakit atau tidak, sebelum menyatakan daging kurban layak dikonsumsi," kata Kharisudin.
34 Petugas Disiagakan di Tiga Puskeswan
Sebanyak 34 petugas diterjunkan ke tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di wilayah utara, timur, dan selatan Cianjur. Mereka bertugas memastikan daging yang didistribusikan ke warga benar-benar aman.
Selama dua hari terakhir, pemeriksaan dilakukan di Polres Cianjur, Istana Kepresidenan Cipanas, Rumah Potong Hewan (RPH), dan Puskeswan di sejumlah kecamatan seperti Cianjur, Cipanas, Sukanagara, dan Sindangbarang.
Vaksinasi Sejak Awal Mei untuk Cegah PMK
Sebelum hari penyembelihan, DPKHP Cianjur telah melakukan pemeriksaan awal sejak awal Mei. Sebanyak 64 petugas kesehatan hewan menyisir peternakan, kelompok peternak, hingga pedagang di pinggir jalan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat.
Petugas juga memberikan vaksin agar hewan terhindar dari penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Langkah ini dilakukan agar hewan kurban yang sampai ke tangan warga benar-benar layak konsumsi.
Data Sementara: Lebih dari 1.500 Hewan Ternak Tersebar
Kharisudin mengungkapkan, data sementara mencatat lebih dari 1.500 ekor hewan ternak telah disembelih untuk kurban. Namun, angka tersebut masih akan bertambah karena petugas masih melakukan pendataan di lapangan.
"Untuk data sementara lebih dari 1.500 ekor hewan ternak yang disembelih untuk kurban selama dua hari terakhir, namun totalnya kami masih menunggu data dari petugas di lapangan," ujarnya.
Bagaimana Warga Bisa Memastikan Daging Kurban Aman?
Warga dapat mengecek kelayakan daging kurban dengan melihat ciri fisiknya. Daging segar yang aman dikonsumsi memiliki warna merah cerah, tidak berbau asam atau busuk, serta teksturnya kenyal saat ditekan. Jika ragu, warga bisa melapor ke Puskeswan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.