BOGOR — Keluhan warga terkait lambatnya penanganan longsor di ruas Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor, kian keras. Akses jalan yang menjadi penghubung antarwilayah itu masih tertutup material longsor dan belum ada aktivitas pekerjaan dari dinas terkait hingga saat ini.
Longsor yang terjadi di Jalan Kebon Pedes membuat ruas jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Warga setempat mengaku sudah lama menunggu adanya perbaikan, namun tak kunjung ada petugas yang turun ke lokasi.
"Sudah lama tidak ada pekerja. Kami berharap segera ada perbaikan karena ini akses utama," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Bogor atau dinas terkait mengenai penyebab keterlambatan penanganan longsor ini. Warga menduga koordinasi antarinstansi masih menjadi kendala, sehingga proses pembersihan dan perbaikan jalan belum dimulai.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Material longsor yang masih menumpuk dikhawatirkan bisa meluas dan menimbulkan bahaya baru bagi lingkungan sekitar.
Longsor di Jalan Kebon Pedes berdampak langsung pada mobilitas warga. Aktivitas ekonomi seperti pengangkutan barang dan perjalanan sehari-hari menjadi terganggu. Beberapa warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama.
Warga berharap pemerintah kota segera turun tangan. Mereka membutuhkan kepastian kapan akses jalan akan kembali normal dan proses perbaikan dimulai.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Kota Bogor mengenai jadwal penanganan longsor di Jalan Kebon Pedes. Warga berharap koordinasi lintas dinas dapat segera menghasilkan tindakan nyata di lapangan.
Mereka meminta agar prioritas diberikan pada evakuasi material longsor dan perbaikan struktur jalan agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar.
Berdasarkan pantauan, material longsor masih menutupi sebagian besar badan jalan. Belum ada alat berat atau petugas yang terlihat melakukan pembersihan. Warga berharap kondisi ini segera berubah agar aktivitas sehari-hari bisa kembali normal.