Ketua DKM Almarhamah Perumahan Baitul Marhamah Sambongjaya, Dadan Ali Sundana, menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah saat waktu salat Jumat tiba. "Sudah masuk waktu jumatan, maaf adzan tidak pakai speaker karena listrik padam," ujarnya kepada detikJabar.
Di sisi lain, pengurus Masjid Baladil Amin mengambil langkah berbeda. Mereka memilih mengoperasikan genset agar seluruh rangkaian ibadah tetap berjalan normal. "Pakai jenset saja. Listrik padam dari jam setengah sembilanan tadi," ucap Uun, salah seorang jemaah.
Pemadaman yang terjadi secara mendadak itu membuat warga kelabakan. Aris, warga Kecamatan Bungursari, mengaku pekerjaannya yang sedang mengurus pemberkasan langsung terhenti. "Saya lagi bikin pemberkasan pekerjaan malah mati listrik. Bagaimana PLN ini," keluhnya.
Ujang, warga Kecamatan Tamansari, menghadapi masalah lain. Pasokan air bersih di rumahnya terputus karena pompa air tidak bisa beroperasi tanpa listrik. "Kebagian juga padam listrik, mana air gak ada. Kan mati airnya," katanya.
Kekhawatiran juga dirasakan ibu rumah tangga, Weni Herliawati. Ia cemas bahan makanan yang disimpan di lemari pendinginnya akan rusak karena listrik tak kunjung menyala. "Duh saya takut basi aja makanan di kulkas pemadamanya lama," ujarnya.
Informasi mengenai pemadaman ini beredar luas di grup WhatsApp warga. Dalam pesan yang mengatasnamakan PLN ULP Tasikmalaya Kota, disebutkan pemadaman terjadi akibat kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik. "PLN terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tulis pesan tersebut.
Pemadaman dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Bungursari, Tamansari, dan Mangkubumi. Warga berharap gangguan serupa tidak kembali terjadi. Mereka menilai sebagai pelanggan yang rutin membayar tagihan listrik, masyarakat berhak mendapatkan layanan yang andal dan minim gangguan.