JAWA BARAT — Jadwal padat turnamen membuat Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) harus bekerja ekstra cepat. Nagelsmann mengkritik sistem yang dinilainya tidak adil bagi tim yang tampil konsisten di fase grup.
“Kami seperti dihukum karena menjadi juara grup,” ujar Nagelsmann dalam sesi konferensi pers, Rabu (26/6) malam. Ia menambahkan bahwa persiapan taktis menjadi sangat terbatas karena lawan baru dikonfirmasi 48 jam sebelum kick-off.
Jerman finis di puncak Grup A dengan koleksi tujuh poin, unggul atas Swiss, Skotlandia, dan Hongaria. Namun, status tersebut justru membuat mereka harus menunggu hasil pertandingan grup lain untuk menentukan lawan di babak 16 besar.
Nagelsmann menyoroti dampak langsung terhadap program latihan tim. Analisis video lawan, sesi taktik, dan pemulihan pemain harus dikompresi dalam waktu singkat.
“Kami tidak bisa menyusun strategi spesifik lebih awal. Semua harus diputuskan dalam dua hari,” kata pelatih berusia 36 tahun itu. Ia menegaskan situasi ini berbeda dengan tim runner-up grup yang sudah mengetahui lawan sejak pengundian.
Format Euro 2024 memang berbeda dengan Piala Dunia atau Liga Champions yang umumnya memberi jeda lebih panjang bagi juara grup. Dalam sistem saat ini, tim yang lolos dari peringkat ketiga atau kedua justru memiliki kepastian lawan lebih awal.
Beberapa pengamat menilai kritik Nagelsmann memiliki dasar. Tim seperti Portugal dan Spanyol, yang juga juara grup, menghadapi masalah serupa. Namun, Jerman menjadi yang paling vokal karena status tuan rumah yang mengharuskan mereka bermain lebih sering di kandang.
Meski kecewa, Nagelsmann memastikan timnya tidak akan larut dalam keluhan. Ia menginstruksikan staf pelatih untuk menyiapkan skenario pertandingan berdasarkan calon lawan potensial.
“Kami sudah punya dua rencana permainan. Tinggal mana yang dipakai,” tegasnya. Jerman dijadwalkan bertanding pada Sabtu (29/6) mendatang melawan tim peringkat kedua Grup C, yang masih diperebutkan oleh Inggris, Denmark, atau Slovenia.