JAWA BARAT — Pertandingan yang berlangsung di Atlanta, AS, itu menyajikan drama dari awal hingga akhir. Tertinggal lebih dulu, Inggris menunjukkan mentalitas juara dengan bangkit di babak kedua. Dua gol sang kapten, Harry Kane, memastikan tiket ke fase gugur turnamen bergengsi ini.
Sempat diragukan performanya, Kane membungkam para kritikus dengan aksi klinisnya. Gol pertamanya datang dari skema serangan balik cepat yang memanfaatkan celah di lini belakang DR Congo. Tendangan kaki kirinya tak mampu dihalau kiper lawan.
Gol kedua, yang menjadi penentu kemenangan, lahir dari sepak pojok. Kane memenangkan duel udara dan menyundul bola masuk ke pojok gawang. Ini menunjukkan naluri gol tajam yang membuatnya dianggap sebagai salah satu striker terbaik dunia.
DR Congo bukan lawan yang mudah. Mereka justru unggul lebih dulu melalui serangan balik cepat yang membongkar pertahanan Inggris. Gol tersebut membuat skuad Garuda — julukan tim DR Congo — bermain lebih percaya diri.
Sepanjang babak pertama, Inggris kesulitan menembus pertahanan rapat lawan. DR Congo disiplin dalam bertahan dan beberapa kali mengancam lewat serangan balik. Tekanan Inggris di babak kedua akhirnya memecah kebuntuan.
Data di atas menunjukkan dominasi penguasaan bola Inggris. Namun, DR Congo terbukti lebih efektif memanfaatkan peluang yang ada.
Kemenangan ini membawa Inggris ke babak 16 besar dan akan berhadapan dengan Meksiko. Meksiko sendiri lolos setelah finis sebagai runner-up grup. Laga ini diprediksi berjalan ketat.
Pelatih Inggris dipastikan akan melakukan evaluasi, terutama di lini belakang yang masih kebobolan. Dukungan penuh dari suporter di Atlanta menjadi modal berharga untuk menghadapi laga hidup mati selanjutnya.