BANDUNG — Pelatihan yang digelar di Gedung Rachmat Djatnika, Lantai IV Perpustakaan UIN Bandung, Rabu (30/6/2026) itu dibuka langsung oleh Rektor Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. Ia didampingi Direktur Rumah Moderasi Beragama Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA., serta Kepala Bagian Tata Usaha Pusbangkom MKMB Kemenag RI, Nilam Nur Azizah, S.E., M.Si.
Prof. Rosihon menegaskan bahwa moderasi beragama adalah fondasi menjaga persatuan bangsa yang majemuk. Menurutnya, perguruan tinggi punya tanggung jawab strategis membentuk lulusan yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu merawat harmoni sosial.
“Mahasiswa harus menjadi generasi yang mampu menghadirkan wajah Islam yang ramah, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman,” tegasnya dalam sambutan.
Empat Pilar Moderasi Jadi Kurikulum Pelatihan
Nilam Nur Azizah menjelaskan, mahasiswa dipilih sebagai sasaran utama karena posisi strategis mereka sebagai generasi penerus sekaligus penggerak perubahan. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat implementasi empat pilar moderasi beragama: komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan sikap akomodatif terhadap kebudayaan lokal.
“Moderasi beragama berarti kita tidak ekstrem ke kiri dan tidak ekstrem ke kanan. Mahasiswa merupakan generasi penerus yang akan menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Nilam.
Bukan Sekadar Pelatihan, Targetnya Jadi Budaya Akademik
Rektor UIN Bandung berharap penguatan moderasi beragama tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Ia mendorong agar nilai-nilai ini menjadi budaya akademik yang hidup di lingkungan kampus, sehingga seluruh sivitas akademika bisa menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang damai, toleran, dan inklusif.
“UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berkomitmen menguatkan moderasi beragama, tidak hanya melalui pelatihan bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan pelatihan serupa bagi para dosen dan tenaga kependidikan,” kata Prof. Rosihon.
Integrasi Moderasi Beragama Sudah Dimulai Sejak PBAK
Direktur Rumah Moderasi Beragama UIN Bandung, Prof. Usep Dedi Rostandi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan penguatan lanjutan dari program yang sudah terintegrasi dalam sistem pembinaan mahasiswa. Sejak kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), mahasiswa baru sudah diperkenalkan dengan nilai-nilai moderasi beragama.
“Jadi, sejak masuk ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung, mahasiswa sudah diperkenalkan dengan nilai-nilai moderasi beragama sebagai bekal dalam menjalani kehidupan akademik maupun bermasyarakat,” jelasnya.
Pelatihan ini menjadi tahap lanjutan agar mahasiswa tidak hanya memahami moderasi secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya melalui budaya dialog, sikap saling menghormati, dan kemampuan berpikir kritis di tengah keberagaman.