Pabrik Baterai EV Bekas Terbesar di Dunia Resmi Beroperasi di Kanada, Produksi Capai 1 GWh per Tahun pada 2030

Penulis: Agus Hermawan  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 21:56:01 WIB
Pabrik baterai EV bekas terbesar di dunia, Megafactory 1, resmi beroperasi di Kanada dengan kapasitas produksi 1 GWh per tahun.

JAWA BARAT — Moment Energy, perusahaan rintisan yang berbasis di Vancouver, British Columbia, resmi mengoperasikan Megafactory 1 pada 23 Juni lalu. Pabrik ini disebut sebagai yang terbesar di dunia untuk baterai EV bekas pakai. Alih-alih mendaur ulang baterai secara langsung, perusahaan memilih jalur second-life—memperpanjang masa pakai baterai yang sudah tidak memadai untuk kendaraan, namun masih cukup untuk penyimpanan energi statis.

Baterai Bekas Jadi Solusi Penyimpanan untuk Rumah Sakit dan Data Center

Sistem penyimpanan energi yang dihasilkan Megafactory 1 dirancang untuk memasok listrik ke fasilitas kritis seperti pusat data, rumah sakit, pabrik, dan jaringan mikro. Kebutuhan listrik global terus meningkat, sementara gelombang pertama baterai EV mulai memasuki usia pensiun. Baterai-baterai ini, meski tidak lagi ideal untuk mobilitas karena kapasitasnya menurun, masih memiliki sisa daya yang cukup untuk aplikasi stasioner yang tidak terlalu mementingkan bobot dan dimensi.

Moment Energy menargetkan kapasitas produksi tahunan sebesar 1 gigawatt-hour (GWh) pada tahun 2030. Pencapaian ini disebut akan menciptakan lebih dari 100 pekerjaan langsung dan menopang lebih dari 1.000 pekerjaan tidak langsung di seluruh British Columbia.

Dari Startup Universitas ke Pendanaan Lebih dari US$100 Juta

Didirikan pada tahun 2020, Moment Energy bertransformasi dari proyek universitas menjadi perusahaan penyimpanan baterai komersial. Pertumbuhan pesat ini didukung oleh investasi swasta dan program pemerintah. Pemerintah Kanada, melalui Pacific Economic Development Canada (PacifiCan), mengucurkan dana sebesar CA$4,9 juta. Awal tahun ini, perusahaan juga menutup putaran pendanaan Seri B senilai US$40 juta, yang membawa total pendanaan mereka melampaui US$100 juta.

“Kami mengumumkan proyek ini enam pekan lalu. Hari ini sudah beroperasi,” ujar Edward Chiang, salah satu pendiri sekaligus CEO Moment Energy, dalam keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa permintaan akan penyimpanan energi dan pasokan baterai EV bekas sama-sama mengalami percepatan. “Kami menunjukkan bahwa teknologi yang tepat dapat memungkinkan Amerika Utara untuk mengembalikan manufaktur domestik dalam hitungan pekan, bukan dekade, sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja dan kemakmuran ekonomi.”

Sertifikasi Keamanan Pertama untuk Sistem Manajemen Baterai Second-Life

Moment Energy mengklaim sebagai perusahaan pertama yang meraih sertifikasi keamanan produk dan keamanan fungsional untuk sistem manajemen baterai (battery management system/BMS) yang dirancang khusus untuk baterai EV second-life. Sertifikasi ini menjadi standar penting untuk memastikan keandalan sistem penyimpanan energi yang menggunakan komponen bekas pakai.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top