Pencarian

Inflasi Tahunan Jawa Barat Juni 2026 Tembus 3,08 Persen, Harga Makanan dan Tembakau Naik 4,28 Persen

Kamis, 02 Juli 2026 • 15:07:31 WIB
Inflasi Tahunan Jawa Barat Juni 2026 Tembus 3,08 Persen, Harga Makanan dan Tembakau Naik 4,28 Persen
Inflasi tahunan Jawa Barat Juni 2026 mencapai 3,08 persen, didorong kenaikan harga makanan dan tembakau.

BANDUNG — Daya beli masyarakat Jawa Barat mulai tertekan setelah BPS mengumumkan inflasi tahunan sebesar 3,08 persen pada Juni 2026. Kenaikan harga paling tajam terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai 4,28 persen secara tahunan.

Data ini dirilis BPS Jawa Barat pada Kamis (2/7/2026) berdasarkan pemantauan harga di sejumlah pasar tradisional dan swalayan, termasuk di Kota Bandung. Indeks harga konsumen (IHK) tercatat berada di angka 112,02, yang artinya harga barang dan jasa naik lebih dari 12 persen sejak tahun dasar 2022.

Kelompok Makanan dan Perumahan Jadi Penyumbang Utama

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar inflasi. Kenaikan 4,28 persen di sektor ini langsung dirasakan warga saat berbelanja kebutuhan pokok harian di pasar swalayan maupun warung tradisional.

Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami inflasi sebesar 1,09 persen. Kenaikan ini menambah beban pengeluaran bulanan keluarga, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan seperti Bandung Raya.

Inflasi Tahunan Masih di Bawah Target Nasional

Meskipun inflasi tahunan Jawa Barat berada di angka 3,08 persen, angka tersebut masih tergolong moderat jika dibandingkan dengan target inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah. Namun, kenaikan harga pangan tetap menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada konsumsi rumah tangga kelas menengah ke bawah.

BPS mencatat bahwa tekanan inflasi dari sisi pangan masih dominan, seiring dengan fluktuasi harga komoditas di tingkat petani dan distributor. Warga diharapkan lebih cermat dalam mengatur belanja bulanan menyusul tren kenaikan harga yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Pemkot Bandung Belum Ambil Langkah Antisipasi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkot Bandung maupun Pemprov Jawa Barat mengenai langkah intervensi pasar untuk menekan inflasi. Operasi pasar murah atau subsidi transportasi logistik biasanya menjadi andalan daerah saat inflasi pangan melonjak.

Para pedagang di Pasar Induk Gedebage dan sejumlah swalayan di Bandung mengaku sudah mulai menyesuaikan harga jual sejak pertengahan Juni 2026. Beberapa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan cabai mengalami kenaikan yang signifikan dalam sebulan terakhir.

Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks