CITEUREUP — Kebakaran yang melanda Puskesmas Citeureup pada 19 Oktober 2024 sempat membuat layanan rawat inap lumpuh total. Bangunan yang hangus tidak masuk dalam rencana anggaran pemulihan tahun berikutnya, sehingga Pemkab Bogor harus mencari jalan keluar di luar skema APBD.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, pembangunan kembali puskesmas ini bisa terwujud berkat gotong royong dan dukungan dunia usaha. PT Intra GolfLink Resorts Tbk mengambil langkah cepat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk membangun ulang fasilitas tersebut.
“Alhamdulillah, Allah SWT mempertemukan kami dengan orang-orang baik. Tanpa harus diminta, PT Intra GolfLink Resorts Tbk mengambil langkah cepat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan untuk membangun kembali Puskesmas Citeureup,” ujar Rudy dalam sambutannya.
Rudy menekankan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan bukan sekadar proyek fisik. Menurutnya, dampaknya merambat langsung ke kehidupan warga.
“Ketika sebuah puskesmas mampu membantu menyembuhkan seorang ayah yang sedang sakit, ia dapat kembali bekerja, menghidupi keluarganya, menyekolahkan anak-anaknya, bahkan memberikan masa depan yang lebih baik. Dampak fasilitas kesehatan jauh melampaui bangunan fisiknya,” kata Rudy.
Atas nama Pemkab Bogor, ia menyampaikan apresiasi kepada PT Intra GolfLink Resorts Tbk. Kontribusi perusahaan itu dinilai sebagai contoh kolaborasi yang dibutuhkan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.
Rudy mengakui bahwa Kabupaten Bogor menghadapi tantangan besar dalam penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan. Dengan populasi yang terus bertambah, percepatan pembangunan tidak bisa mengandalkan APBD semata.
“Membangun kesehatan masyarakat memang menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun, jika ingin bergerak lebih cepat, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan semangat gotong royong bersama dunia usaha serta seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap langkah PT Intra GolfLink Resorts Tbk menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk berkontribusi melalui program TJSL di Kabupaten Bogor.
Di akhir acara, Rudy berpesan kepada seluruh jajaran Puskesmas Mangkuluhur Citeureup agar tidak berpuas diri dengan gedung anyar. Kualitas pelayanan, menurutnya, yang akan diingat masyarakat dalam jangka panjang.
“Bangunan yang baik harus diiringi pelayanan yang baik. Yang akan selalu diingat masyarakat bukan hanya gedungnya, tetapi juga bagaimana mereka dilayani dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa pembangunan kembali gedung rawat inap ini merupakan bagian dari penguatan 101 puskesmas dan 98 puskesmas pembantu di wilayahnya.
“Melalui dukungan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, pembangunan dapat diselesaikan sehingga masyarakat kembali memperoleh akses pelayanan rawat inap yang aman, nyaman, dan sesuai standar,” jelas Fusia.
Dengan diresmikannya Puskesmas Mangkuluhur Citeureup, layanan rawat inap bagi warga Kecamatan Citeureup dan sekitarnya kini kembali beroperasi penuh.