CIREBON — DKUKMPP Kota Cirebon tidak hanya mendata, tetapi juga turun langsung ke lapangan. Salah satu sasaran terbaru adalah IKM Tahu H Ola, yang mendapat pendampingan pembaruan data usaha sekaligus registrasi akun SIINas.
Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP Kota Cirebon Tomy Chustanto mengatakan, pendampingan merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan. Program ini mencakup pendataan profil usaha, registrasi dan pengelolaan akun SIINas, serta pengawasan Izin Usaha Industri (IUI).
Pada 14 Juli 2026, petugas juga melakukan kunjungan ke dua perusahaan di kawasan Kejawanan. “Dalam kunjungan tersebut, petugas memberikan pendampingan mengenai tata cara pelaporan melalui SIINas sekaligus melakukan monitoring terhadap kesesuaian perizinan usaha industri yang dimiliki perusahaan,” kata Tomy, Selasa.
SIINas adalah sistem nasional yang mewajibkan setiap industri melaporkan data produksi, kapasitas, dan tenaga kerja secara periodik. Bagi IKM, kepatuhan terhadap sistem ini sering terkendala literasi digital dan administrasi.
“Pendampingan diberikan agar pelaku usaha lebih mudah memenuhi kewajiban administrasi dan mengoptimalkan penggunaan sistem informasi industri dalam mendukung kegiatan usahanya,” ujar Tomy.
Berdasarkan Laporan Instansi Kinerja Pemerintah (LIKP) DKUKMPP, jumlah IKM di Kota Cirebon meningkat dari 2.227 unit pada 2024 menjadi 2.347 unit selama 2025. Artinya, ada 120 IKM baru yang tercatat dalam satu tahun terakhir.
Dengan pertumbuhan itu, pengawasan dan pembinaan menjadi krusial. DKUKMPP menargetkan seluruh IKM dan perusahaan menengah di Kota Cirebon terdaftar dan patuh melapor melalui SIINas.
Pemanfaatan SIINas diharapkan meningkatkan kualitas data sektor industri. Data yang akurat memudahkan pemerintah menyusun kebijakan pembinaan yang tepat sasaran, seperti alokasi bantuan peralatan, pelatihan, atau akses permodalan.
DKUKMPP berkomitmen melanjutkan pendampingan dan pengawasan secara berkelanjutan. “Pengawasan terhadap perizinan usaha juga dilakukan untuk mendorong kepatuhan pelaku industri terhadap regulasi sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih tertib,” pungkas Tomy.