KABUPATEN BEKASI — Mustari, putra asli Desa Pantai Hurip yang lahir pada 12 Desember 1982, bukanlah wajah baru di pemerintahan desa. Sebelum maju sebagai bakal calon kepala desa (bacakades), ia mengabdi sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Pantai Hurip sejak 2018 hingga awal 2025. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi modal untuk mewujudkan visi desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Mustari merupakan putra ketiga dari pasangan H. Natja Affendy dan Jaronah. Ia mengaku mendapat dorongan kuat dari garis keluarga yang sudah akrab dengan kursi kepemimpinan desa. “Alhamdulillah keluarga saya memang pernah menjabat Kepala Desa ya. Selain ayah saya, kakak dari mertua saya juga pernah jadi Kades Desa Pantai Hurip, yaitu H. Nisan Kursain. Sebelumnya juga keluarga ada yang pernah jadi Kades di Desa Hurip Jaya,” ungkapnya.
Mustari menyoroti kondisi kantor desa yang dinilai masih perlu banyak perbaikan. Ia berencana mengupayakan pembangunan gedung serbaguna dan sarana olahraga (SOR) untuk warga. “Saya upayakan juga supaya bisa dibangun gedung serbaguna dan sarana olahraga (SOR) di Desa Pantai Hurip,” paparnya.
Dalam dokumen pendaftarannya, Mustari mengusung misi meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan. Ia juga berkomitmen membangun infrastruktur desa yang merata dan berkelanjutan, serta mengembangkan potensi ekonomi desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga. “Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, jujur dan bertanggungjawab,” tegasnya.
Mustari telah dikaruniai dua orang anak. Sang anak pertama tengah menempuh kuliah semester 4 di Akademi Keperawatan (Akper), sementara anak kedua duduk di bangku kelas 2 SMP. Istrinya, Miptahul Janah, S.Pd, berprofesi sebagai guru di SDN Pantai Hurip 04.