Pencarian

Danantara Klaim PSEL Bogor Raya Kurangi Timbulan Sampah 45 Persen

Kamis, 17 September 2026 • 13:08:31 WIB
Danantara Klaim PSEL Bogor Raya Kurangi Timbulan Sampah 45 Persen

JAWA BARAT — Danantara Indonesia menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Bogor, Jawa Barat, mampu memangkas timbulan sampah wilayah itu hingga 45 persen. Fasilitas yang diresmikan Kamis (17/9/2026) ini dirancang mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun sekaligus memproduksi energi hijau. Klaim tersebut disampaikan langsung oleh Chief Investment Officer Danantara saat peresmian proyek.

"PSEL Bogor Raya 1 ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengolahan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal," kata Pandu dalam peresmian PSEL Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kamis (17/9/2026).

Kapasitas Olah 500.000 Ton Sampah per Tahun

Fasilitas ini dirancang mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun. Dari volume tersebut, Danantara memproyeksikan pengurangan timbulan sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA) mencapai 45 persen di wilayah Bogor Raya.

Beban TPA menjadi salah satu persoalan klasik di kawasan penyangga Jakarta. Sejumlah TPA di Jabodetabek sudah lama beroperasi melebihi kapasitas desainnya, sehingga penambahan fasilitas pengolahan di hulu menjadi salah satu solusi yang diuji pemerintah daerah dan investor.

Reduksi Lahan TPA hingga 80 Persen

Selain menekan volume sampah, PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 80 persen. Artinya, lahan yang selama ini dialokasikan untuk penimbunan sampah bisa ditekan signifikan jika fasilitas beroperasi sesuai rencana.

Angka itu penting bagi pemerintah daerah yang kerap kesulitan membebaskan lahan baru untuk perluasan TPA. Tekanan penduduk dan harga tanah di kawasan Bogor Raya membuat opsi pengolahan di sumber sampah makin relevan secara ekonomi.

Klaim Reduksi Emisi 645.000 Ton CO2 per Tahun

Dari sisi lingkungan, Danantara memproyeksikan PSEL Bogor Raya 1 mampu mereduksi emisi sampah dari TPA hingga 80 persen. Fasilitas ini juga diklaim dapat mengurangi emisi karbon sebesar 645.000 ton setara CO2 per tahun.

Besaran angka tersebut menempatkan proyek ini sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi terbesar yang diumumkan Danantara sejauh ini. Sektor persampahan memang menyumbang emisi metana signifikan, dan metana memiliki daya pemanasan global jauh lebih tinggi dibanding CO2 dalam jangka pendek.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Usaha Energi

Proyek PSEL membuka peluang bagi investor di sektor energi terbarukan dan pengelolaan limbah. Skema pembangkit berbasis sampah umumnya mengandalkan kombinasi pendapatan dari tipping fee, penjualan listrik ke PLN, dan potensi kredit karbon.

Namun, kelayakan finansial proyek semacam ini sangat bergantung pada kualitas pasokan sampah, tarif listrik yang disepakati, dan kepastian off-taker. Tanpa tiga faktor itu, proyeksi pengurangan sampah dan emisi sulit diterjemahkan menjadi arus kas yang sehat.

Danantara belum merinci nilai investasi, skema pendanaan, maupun mitra teknologi yang dipakai dalam PSEL Bogor Raya 1. Informasi tersebut biasanya menentukan seberapa cepat proyek bisa direplikasi di kota lain dengan karakter sampah dan volume yang berbeda.

Bagi pemegang saham dan calon investor, peresmian ini menjadi sinyal arah portofolio Danantara yang mulai menyentuh sektor infrastruktur lingkungan. Realisasi target 45 persen pengurangan sampah dan 645.000 ton CO2 per tahun akan menjadi tolok ukur utama dalam menilai apakah klaim ini berjalan sesuai rencana operasional.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks