SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi memperluas akses kerja ke luar negeri melalui Program Be Star International (Bestari) yang dijalankan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Hingga saat ini, sekitar 530 warga telah diberangkatkan untuk bekerja di berbagai negara.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengatakan program tersebut menjadi alternatif membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas. Langkah ini diambil karena kota berjuluk “Mochi” itu memiliki keterbatasan lahan dan peluang pengembangan kawasan industri.
Bobby menjelaskan, Kota Sukabumi tidak bisa hanya bertumpu pada pembangunan pabrik atau kawasan industri untuk menyerap tenaga kerja. “Kita harus realistis. Sukabumi adalah kota kecil dengan keterbatasan lahan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan kawasan industri atau mendirikan pabrik-pabrik besar untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak,” ujarnya.
Karena itu, akses kerja ke luar negeri dinilai menjadi solusi strategis. Namun, pembukaan akses tersebut harus dibarengi dengan penguatan kompetensi calon pekerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja global.
Salah satu langkah konkret yang mulai dikembangkan adalah pendidikan tambahan Bahasa Jepang di SMAN 5 Kota Sukabumi. Program ini menyasar siswa yang berminat mengikuti program kerja ke Jepang.
Pendidikan bahasa diberikan sejak kelas 10. Siswa yang lolos seleksi dapat mengikuti peluang keberangkatan setelah menyelesaikan pendidikan di kelas 12. Bobby menegaskan, penambahan materi ini tidak mengubah status SMAN 5 menjadi sekolah vokasi.
“Bukan berarti anak-anak Sukabumi harus meninggalkan daerahnya, tetapi kita ingin mereka memiliki pilihan, keterampilan, kompetensi, dan kesempatan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik,” katanya.
Penguatan program Bestari sejalan dengan upaya Pemkot Sukabumi menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Akses kerja ke luar negeri diharapkan memperluas pilihan karier bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Karena itu, membuka akses kerja ke luar negeri adalah salah satu strategi yang harus terus kita dorong,” tegas Bobby.
Ia menambahkan, kesempatan bekerja di luar negeri tidak dimaknai sebagai dorongan agar generasi muda meninggalkan Sukabumi. Sebaliknya, mereka diharapkan membawa pulang keterampilan dan pengalaman sebagai modal membangun masa depan.
“Dari Sukabumi, belajar untuk dunia. Melalui penguatan Bestari dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, Pemkot Sukabumi ingin memastikan generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi memiliki kompetensi dan pilihan yang lebih luas dalam menentukan masa depannya,” pungkas Bobby.