Jambore Relawan Kebencanaan 2026 di Kampung Bamboo Cimenyan Bandung Targetkan Sinergi 100 Organisasi

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:37:31 WIB
Relawan mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Relawan Kebencanaan 2026 di Kampung Bamboo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 11-13 September 2026.

Disaster Response Little Project (DRLP) bersama Yayasan Little Project akan menggelar Jambore Relawan Kebencanaan 2026 di Kampung Bamboo, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 11-13 September 2026. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dan jejaring antarorganisasi relawan di tengah tingginya risiko bencana yang mengancam Jawa Barat.

BANDUNG — Jawa Barat masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, hingga angin puting beliung. Menyikapi kondisi itu, Disaster Response Little Project (DRLP) menggandeng Kampung Bamboo di bawah naungan Yayasan Little Project untuk menggelar Jambore Relawan Kebencanaan 2026 pada 11-13 September 2026.

Ketua Panitia Jambore Relawan 2026, Dede Koswara, menyebut kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas, solidaritas, dan sinergi antarorganisasi relawan kebencanaan di Jawa Barat.

"Jambore Relawan ini menjadi wadah penguatan kapasitas relawan, pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring, kampanye mitigasi bencana, dan gerakan pelestarian bambu secara berkelanjutan," kata Dede dalam keterangan di Bandung, Senin.

Mengapa Pelestarian Bambu Menjadi Bagian dari Mitigasi Bencana?

Dede menjelaskan, bambu memiliki manfaat ekologis yang signifikan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Tanaman ini membantu mencegah erosi dan longsor, meningkatkan resapan air, serta menjaga sumber mata air.

Di samping itu, bambu juga dapat dimanfaatkan sebagai material ramah lingkungan dalam situasi tanggap darurat. Karena itu, jambore kali ini sekaligus digelar untuk memperingati Hari Bambu Dunia.

Peran Relawan Tidak Hanya Saat Tanggap Darurat

Dede menegaskan bahwa relawan kebencanaan berperan penting sebagai mitra pemerintah dan masyarakat. Kerja mereka tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, melainkan mencakup mitigasi, edukasi, kesiapsiagaan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Kegiatan bertema "Membangun Sinergi Relawan Tangguh untuk Jawa Barat Siaga dan Berdaya Menghadapi Bencana" ini diharapkan mampu melahirkan kolaborasi lintas lembaga yang lebih solid.

Jambore di Kampung Bamboo, Cimenyan, ini menjadi salah satu upaya konkret membangun kesiapsiagaan masyarakat dari akar rumput, sekaligus menegaskan bahwa penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top