JAWA BARAT — Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas ESDM Jawa Tengah, Dwi Suryono, mengungkapkan eksplorasi Gunung Ungaran masih dalam tahap persiapan panjang. "Eksplorasi ini adalah bagian dari pembuktian dari studi tidak langsung. Apakah betul di bawah itu ada potensi panas bumi, maka perlu dilakukan pengeboran hingga kedalaman 1.900 sampai 2.200 meter," ujarnya pekan lalu.
Kawasan eksplorasi membentang di Kabupaten Semarang dan sebagian kecil masuk area perbatasan Kabupaten Kendal. Total lahan yang disiapkan seluas 29,88 hektare. Namun, Dwi menegaskan pengeboran tidak akan dilakukan di sembarang titik. Lokasi dipilih berdasarkan hasil penelitian sebelumnya dan kesiapan infrastruktur, dengan pembangunan fisik yang hanya menempati porsi kecil dari luas lahan.
Jika terbukti mengandung panas bumi, sumur-sumur itu akan memasok uap untuk membangkitkan listrik 55 MW. Kapasitas tersebut diperkirakan menyumbang 4–5% dari total bauran EBT di Jawa Tengah.
Kementerian ESDM telah menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026 yang mendelegasikan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran kepada PT PLN (Persero). Keputusan ini menjadi awal dari rangkaian perizinan yang panjang.
Setelah itu, PLN masih harus mengantongi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), serta izin lingkungan berupa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Dwi menjelaskan fase perizinan dijadwalkan berlangsung pada 2026 hingga 2029. Pengeboran eksplorasi baru akan dimulai akhir 2028 atau 2029.
Soal kekhawatiran warga sekitar, Dwi mencontohkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di Jawa Barat yang sudah beroperasi hampir satu abad. Menurut dia, teknologi geotermal mampu dikelola berkelanjutan tanpa menimbulkan masalah signifikan jika prosesnya terkontrol.
Dwi juga menjamin seluruh tahapan akan melibatkan masyarakat. "Tentunya izin yang sudah dimiliki tidak serta-merta bisa langsung melakukan kegiatan. Ada pula forum dalam izin lingkungan, public hearing mengundang pihak terkait, seperti stakeholder, masyarakat, LSM," katanya.
Saat ini bauran EBT di Jawa Tengah telah mencapai 22,3%, melampaui target Rencana Umum Daerah (RUED) 2025 sebesar 12,32%. Potensi panas bumi di provinsi ini tidak hanya di Gunung Ungaran, melainkan juga membentang dari Dieng, Baturaden, Guci, Umbul Telomoyo, dan Jenawi.
Di Dieng, unit yang beroperasi sudah 70 MW dan fase dua diproyeksikan 55 MW. Sementara itu, Jenawi belum ada kegiatan, Umbul Telomoyo masih tahap sosialisasi, sedangkan Baturaden dan Guci belum digarap.
Dengan tambahan 55 MW dari Gunung Ungaran, porsi EBT di Jateng berpotensi meningkat lagi. Namun, semua itu masih menunggu hasil pengeboran yang dijadwalkan rampung sekitar 2031.