IHSG Rawan Koreksi di Tengah Konflik AS-Iran, Analis Rekomendasikan PTRO, TINS, Hingga ELSA

Penulis: Bayu Nugroho  •  Senin, 07 September 2026 | 08:53:01 WIB
Suasana perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia terpantau pada pekan lalu, kapitalisasi pasar naik 1,47 persen menjadi Rp11.599 triliun.

JAWA BARAT — Pasar saham domestik memasuki pekan rawan koreksi, meski data perdagangan pekan lalu masih menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar bursa naik 1,47 persen dari Rp11.431 triliun menjadi Rp11.599 triliun pada periode 31 Agustus hingga 4 September.

Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 25,75 persen menjadi Rp19,22 triliun. Adapun rata-rata volume transaksi harian meningkat signifikan 35,9 persen menjadi 48,99 miliar lembar saham.

Kendati demikian, investor asing masih mencatatkan aksi jual. Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, mengungkapkan nilai jual bersih asing mencapai Rp29,76 miliar pada pekan lalu. Secara kumulatif, sepanjang tahun 2026 investor asing telah membukukan jual bersih sebesar Rp68,05 triliun.

Konflik AS-Iran dan Cadangan Devisa Bayangi Pergerakan IHSG

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai tensi geopolitik masih menjadi sentimen dominan. Pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang menegaskan belum ada pembicaraan damai hingga Iran menghentikan serangan terhadap kapal di Selat Hormuz berpotensi mendorong harga minyak mentah semakin tinggi.

"Pasar akan dipengaruhi oleh berlanjutnya tensi tinggi antara AS dan Iran serta penantian rilis data cadangan devisa dari dalam negeri," kata Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (6/9).

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan data cadangan devisa yang diperkirakan masih mencatat surplus meski trennya menurun sejak awal tahun. Respons pasar terhadap rilis data tersebut diperkirakan moderat.

Rekomendasi Saham dari Dua Analis untuk Pekan Ini

Oktavianus merekomendasikan dua saham yang secara teknikal berpeluang menguat. PT Petrosea Tbk (PTRO) yang ditutup menguat 2,87 persen ke posisi 5.375 diproyeksikan menyentuh level 5.950 pada pekan ini.

Sementara itu, PT Timah (Persero) Tbk (TINS) yang naik 8,07 persen ke level 4.420 diperkirakan dapat mencapai level 4.720. Senada, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih rawan koreksi dengan support di level 6.337 dan resistance 6.786.

Menurutnya, rilis data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) AS akan menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya. "Pergerakan IHSG sepekan ke depan akan dipengaruhi oleh rilis data CPI dan PPI, eskalasi konflik Timur Tengah, serta pergerakan rupiah dan cadangan devisa," ujar Herditya.

Herditya merekomendasikan tiga saham yang dapat dikoleksi investor. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) di level 1.310 diproyeksikan menuju 1.365, PT Elnusa Tbk (ELSA) di level 730 berpeluang naik ke 830, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang ditutup di 1.185 diperkirakan dapat menyentuh level 1.365.

Investasi mengandung risiko. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top