Mobil Hybrid Terpapar Abu Vulkanik, Ini Langkah Pencegahan dari Auto2000

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Rabu, 09 September 2026 | 10:20:32 WIB
Petugas menunjukkan komponen mobil hybrid yang perlu diperiksa setelah terpapar abu vulkanik di area terdampak.

JAWA BARAT — Material abu vulkanik mengandung pasir kuarsa atau silika dengan tingkat ketajaman tinggi, disebut-sebut seperti pecahan kaca. Sifatnya yang korosif juga dapat memicu masalah jangka panjang pada kendaraan jika tidak segera dibersihkan. Khusus untuk mobil hybrid, pabrikan memastikan sistem elektrifikasinya punya proteksi berlapis.

Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, mengatakan sistem hybrid Toyota dirancang kedap air dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. "Abu vulkanik memiliki karakter yang berpotensi mengganggu komponen kendaraan jika AutoFamily tidak mencegahnya. Karena itu, perhatikan komponen mobil yang berisiko terganggu dan lakukan langkah pencegahan yang tepat," ujarnya dalam siaran pers.

Ia menambahkan, pemilik tidak perlu ragu berkunjung ke bengkel Auto2000 meski belum masuk jadwal servis berkala jika merasakan gejala gangguan akibat abu vulkanik.

Pantau Notifikasi di MID dan Panel Instrumen

Meski sistem hybrid tertutup rapat, partikel abu yang sangat halus tetap berisiko menyusup. Pemilik disarankan mengawasi kinerja mobil melalui MID dan panel instrumen. Jika muncul notifikasi malfungsi sistem hybrid atau komponen lain, segera lakukan pengecekan di bengkel terdekat.

Enam Komponen yang Paling Rentan Terkena Abu Vulkanik

Auto2000 membagikan panduan perawatan untuk enam area kritis. Berikut detailnya:

1. Kaca Mobil: Jangan Diusap Saat Masih Kering

Semprot kaca dengan air pembersih wiper sebelum menyekanya. Jika abu masih menempel, siram menggunakan air bertekanan. Menyapu kaca dalam kondisi kering dengan wiper atau kain lap justru berisiko menggores permukaan kaca.

2. Bodi Mobil: Bilas dengan Air Mengalir

Segera siram bodi dengan air mengalir setelah melewati wilayah terdampak. Sifat abu yang korosif bisa memicu karat, terutama pada area bodi yang memiliki goresan cat. Jangan biarkan abu menempel terlalu lama di permukaan cat.

3. Filter Udara: Lebih Cepat Kotor dan Mengganggu Mesin

Partikel abu yang tajam dan korosif dapat mengganggu sistem pemasukan udara mesin. Periksa kondisi filter udara setelah mobil digunakan di wilayah terdampak dan lakukan penggantian jika sudah kotor. Pemilik yang kerap melintasi area terdampak disarankan mempercepat jadwal servis berkala.

4. AC Mobil: Debu Halus Bisa Masuk ke Kabin

Abu yang ikut tersedot dapat menghambat aliran udara dan mengganggu kinerja perangkat AC. Kualitas udara di kabin pun ikut menurun. Bersihkan area dasbor dan kolong dek depan yang berkaitan dengan sirkulasi udara. Filter kabin sebaiknya diganti lebih awal jika kondisinya sudah kotor.

5. Rem Mobil: Waspadai Suara Mendecit

Indikator masalah biasanya muncul lewat bunyi mendecit atau rem yang terasa kurang pakem. Jangan menunggu kinerja rem semakin menurun. Segera bawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan dan perbaikan.

6. Sensor Mobil: Andalkan Lampu Indikator di Panel Instrumen

Mayoritas sensor terpasang di lokasi sulit dijangkau sehingga tidak bisa dicek secara visual tanpa alat khusus. Jika lampu indikator atau lampu peringatan menyala di panel instrumen, segera lakukan pemeriksaan di bengkel Auto2000 terdekat.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top