JAWA BARAT — Bali United FC saat ini bertengger di peringkat keempat klasemen sementara Super League 2026-2027 dengan koleksi tiga poin. Namun, posisi tersebut tak membuat Johnny Jansen terlena. Mantan pelatih PEC Zwolle itu menilai musim ini masih sangat panjang dan banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan, terutama soal adaptasi pemain baru.
Jansen menyoroti perbedaan fundamental antara kompetisi di Belanda dan Indonesia. Cuaca menjadi faktor utama yang memengaruhi performa pemain anyarnya di lapangan.
“Liga di Belanda dan Indonesia memiliki perbedaan, terutama dari sisi cuaca. Dia sudah terbiasa berada di sini selama dua bulan, tetapi kondisi saat ini tetap memberikan pengaruh," kata Jansen, Rabu (9/9/2026).
Selain cuaca, pelatih berusia 51 tahun itu juga mengingatkan anak asuhnya untuk meningkatkan konsentrasi di fase krusial pertandingan. Ia menegaskan fisik lawan yang prima di akhir laga kerap menjadi celah bagi timnya untuk kecolongan.
"Ketika tim lawan memiliki momentum di akhir pertandingan, kami harus langsung switch on dan tetap fokus. Jangan sampai fisikalitas lawan membuat kami kehilangan konsentrasi dan kecolongan,” imbuhnya.
Bali United sebenarnya telah mempersiapkan diri dengan matang selama kurang lebih delapan pekan pramusim. Berbagai program pengenalan sepak bola Indonesia sudah diberikan kepada para rekrutan anyar.
“Kami sudah melakukan banyak hal selama pramusim. Kurang lebih delapan minggu menjadi waktu yang cukup panjang untuk membantu pemain baru memahami bagaimana rasanya bermain di Indonesia," ujar Johnny Jansen.
Kendati demikian, Jansen menilai porsi latihan saja tidak cukup. Pengalaman bertanding, khususnya saat melakoni laga tandang, adalah ujian sesungguhnya bagi para pemain baru untuk merasakan atmosfer kompetisi Indonesia.
"Namun, mereka masih belum sepenuhnya siap karena kami harus menjalani pertandingan tandang. Kami akan pergi ke Yogyakarta dan bermain di sana. Itu akan sangat bagus bagi pemain baru untuk memahami dan terus berkembang,” tuturnya.
Jansen juga mewanti-wanti soal rutinitas berat yang akan dihadapi timnya sepanjang musim. Banyaknya perjalanan dan penerbangan antarkota diprediksi menjadi ujian konsistensi yang sesungguhnya bagi Bali United.
“Ini akan menjadi musim yang sulit karena kami harus banyak melakukan perjalanan dan penerbangan. Namun, kami akan terus menjaga dan membantu pemain baru agar mereka bisa berkembang dan beradaptasi dengan baik," tuturnya.
“Semoga mereka bisa cepat beradaptasi dengan Indonesia dan tim di kompetisi ini,” pungkas Jansen.