Kemenpar Promosi Pariwisata Indonesia Lewat Pameran dan Sales Mission

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Jumat, 11 September 2026 | 13:05:31 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan laporan bulanan kinerja Kemenpar di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

JAWA BARAT — Kementerian Pariwisata menempuh jalur promosi langsung ke pasar internasional untuk mendongkrak kunjungan dan transaksi nyata di sektor pariwisata. Sepanjang Agustus 2026, serangkaian kegiatan promosi digelar, mulai dari pameran wisata, sales mission, hingga business networking.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut kegiatan itu sebagai kesempatan memperkenalkan destinasi Indonesia kepada audiens internasional.

"Ini menjadi kesempatan baik untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada audiens internasional," kata Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Potensi 16.877 Perjalanan dari Berbagai Segmen Pasar

Kegiatan promosi yang dilakukan antara lain Sales Mission Australia, BBWI Travel Fair Merdeka Berwisata, Sales Mission Edutrip School Gathering, dan Luxury Business Networking. Dari rangkaian itu, tercatat potensi perjalanan sebanyak 16.877 orang.

Strategi promosi disesuaikan dengan segmentasi pasar. Mulai dari wisata edukasi, marine tourism, wellness, gastronomi, pasar domestik, hingga wisatawan premium.

Aktivasi Digital hingga Karnaval Kemerdekaan

Pada peringatan HUT ke-81 RI, Kementerian Pariwisata menghadirkan aktivasi digital "Pesona Panjat Pinang" melalui semangat "Merdeka Berwisata #DiIndonesiaAja". Kemenpar juga berpartisipasi dalam "Pesta Rakyat" yang diperkirakan dipadati 600 ribu pengunjung.

Partisipasi itu menghasilkan tambahan output nasional sebesar Rp748,25 miliar. Kemenpar turut memeriahkan "Karnaval Kemerdekaan" di kawasan Monas dengan mengusung tema Rumah Gadang yang merepresentasikan pariwisata Sumatra Barat, dengan Puteri Indonesia sebagai duta pariwisata.

Gastrodiplomasi S'RASA dan Restoran Indonesia di Luar Negeri

Program "S'RASA (Rasa Rempah Indonesia)" hasil kolaborasi enam kementerian dan lembaga hadir untuk memperkuat ekspor rempah sekaligus meningkatkan citra Indonesia melalui gastrodiplomasi. Sepanjang satu tahun pelaksanaannya, business matching pada Trade Expo Indonesia menghasilkan kesepakatan pembukaan restoran Indonesia di Australia, Belanda, Italia, dan Malaysia.

Kemenpar juga memperkuat ekosistem restoran Indonesia di luar negeri melalui fasilitasi akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Pelatihan Keselamatan Wisata Bahari di Delapan Provinsi

Aspek keselamatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pariwisata. Kemenpar melaksanakan Program Peningkatan Keselamatan Berwisata melalui Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari bersama pemerintah daerah.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan penguatan kapasitas dilakukan di delapan provinsi. Pesertanya meliputi pengelola destinasi, kelompok sadar wisata, pemandu wisata, pelaku usaha pariwisata, masyarakat pesisir, dan pemangku kepentingan lain.

Pelatihan mencakup identifikasi potensi bahaya, pemanfaatan informasi cuaca, prosedur tanggap darurat, teknik penyelamatan dasar, hingga simulasi kondisi darurat.

KEN 2027 Targetkan 125 Event, Konser Andrea Bocelli di Borobudur

Kemenpar mulai mempersiapkan Karisma Event Nusantara (KEN) 2027 dengan target dukungan terhadap 125 event. Sosialisasi kurasi KEN 2027 telah dilaksanakan sejak Agustus agar pemerintah daerah punya waktu menyiapkan event terbaiknya.

"Event bukan sekadar menghadirkan keramaian, tetapi mampu memperkuat identitas destinasi, menarik kunjungan wisatawan, melibatkan UMKM dan pekerja seni, serta menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat," tutur Wamenpar.

Selain event daerah, Kemenpar mendukung event internasional, salah satunya konser "Andrea Bocelli: Romanza 30th Anniversary World Tour". Konser berlangsung 31 Oktober 2026 di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Konser di Borobudur dan Jakarta diperkirakan berpotensi menghasilkan dampak ekonomi sekitar 44 juta dolar AS atau setara Rp792 miliar.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: koran-jakarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top