Iran Uji Rudal Balistik Qassem Basir, Klaim Bisa Buru Kapal Perang AS

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Sabtu, 12 September 2026 | 18:05:31 WIB
Media pemerintah Iran menyatakan peluncuran rudal balistik Qassem Basir menandai titik balik strategi pertahanan negara itu.

JAWA BARAT — Media pemerintah Iran, Press TV, menyatakan peluncuran rudal balistik Qassem Basir menandai titik balik dalam strategi pertahanan negara itu. Doktrin baru yang digaungkan adalah Iran akan mengambil tindakan terhadap ancaman apa pun, bahkan sebelum ancaman itu dilakukan.

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, sebelumnya membanggakan kemampuan rudal baru tersebut. Ia mengklaim rudal itu telah diuji coba dengan menargetkan sebuah kapal perang AS.

Belum dapat dipastikan apakah rudal yang diuji coba itu adalah Qassem Basir yang dimaksud dalam laporan terbaru ini.

Klaim Kemampuan: Mata Elektro Optik dan Sensor Inframerah

Yang membedakan Qassem Basir dari rudal balistik konvensional Iran adalah cara senjata ini menemukan targetnya. Rudal balistik biasa dipasok data koordinat sebelum diluncurkan dan menuju satu titik di peta.

Metode itu dinilai tidak efektif untuk menyerang kapal perang yang terus bergerak. Qassem Basir dilengkapi sistem pelacak elektro optik dan inframerah pada bagian moncongnya.

Sensor tersebut baru aktif pada akhir peluncuran, mencocokkan wujud objek di bawahnya sembari melacak panas yang terpancar dari mesin kapal. Karena mengandalkan visual dan panas alih-alih sinyal satelit, rudal ini tidak mudah dilumpuhkan gangguan elektronik atau dikecoh koordinat GPS palsu.

Hulu ledaknya disebut seberat setengah ton dan dapat bermanuver, tidak sekadar jatuh mengikuti lintasan lengkung tetap. Rudal ini mampu bergeser dan mengoreksi arahnya saat meluncur turun.

Jangkauan 1.200 Kilometer, Diperkenalkan Mei 2025

Dikutip dari Associated Press, Qassem Basir pertama kali diperkenalkan tahun 2025 dan saat itu diklaim memiliki jangkauan setidaknya 1.200 kilometer. Rudal ini diperkenalkan Mei 2025 dan sebelum akhir pekan ini belum pernah ditembakkan dalam pertempuran nyata.

Iran menganggapnya salah satu senjata terbaik yang mereka miliki. Mereka mengklaim rudal ini mampu menembus Patriot maupun THAAD yang menjadi tulang punggung pertahanan udara Amerika Serikat.

Eskalasi Berbahaya di Selat dan Perairan Timur Tengah

AS menyatakan sejumlah rudal balistik Iran memang telah ditembakkan ke kapal-kapal perang AS. Sebagai balasan, AS menyerang tiga kapal minyak Iran.

Pihak AS mengklaim kapal perangnya berhasil menghindari serangan tersebut. Ahli menyebut peluncuran rudal ini sebagai eskalasi berbahaya, mengingat biasanya serangan Iran hanya menargetkan pelayaran komersial.

Perubahan sasaran dari kapal dagang ke kapal perang menandakan pergeseran doktrin militer Iran. Klaim kemampuan menembus sistem pertahanan udara AS memperkuat posisi Teheran dalam negosiasi keamanan kawasan.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top