BPH Migas Sebut Harga BBM Non-Subsidi Naik, Konsumen Beralih ke Pertalite dan Solar

Penulis: Bayu Nugroho  •  Rabu, 16 September 2026 | 08:10:31 WIB
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan peralihan konsumsi dari BBM non-subsidi ke Pertalite dan Solar secara bertahap.

JAWA BARAT — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat peralihan konsumsi dari BBM non-subsidi ke Pertalite dan Solar setelah harga sejumlah produk nonsubsidi naik pada awal September 2026. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyebut kenaikan permintaan BBM subsidi terjadi bertahap, seiring harga Pertamax yang kini dibanderol mulai Rp14.950 per liter. Perubahan pola ini perlu dicermati konsumen yang ingin menyesuaikan pilihan bahan bakar harian.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax, Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo berdampak pada meningkatnya permintaan masyarakat terhadap BBM subsidi. Pernyataan itu disampaikan Wahyudi pada Minggu (13/9), dikutip dari Antara.

"Setelah kenaikan BBM non-subsidi, jenis Pertamax, Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo itu ada kenaikan permintaan masyarakat untuk BBM subsidi secara bertahap," ungkap Wahyudi.

Harga BBM Non-Subsidi Mulai Rp14.950 per Liter

Berdasarkan pengecekan harga melalui MyPertamina yang berlaku sejak 2 September 2026, tarif BBM non-subsidi berbeda menurut wilayah penjualan. Harga Pertamax tercatat mulai dari Rp14.950 per liter di Free Trade Zone (FTZ) Sabang.

Harga tertinggi Pertamax mencapai Rp16.650 per liter di sejumlah wilayah, yakni Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara. Perbedaan tarif ini mengikuti kebijakan harga per zona penjualan yang ditetapkan Pertamina.

Harga BBM Subsidi Jadi Acuan Peralihan

Di sisi lain, harga BBM subsidi tercatat Pertalite Rp10.000 per liter dan BioSolar Rp6.800 per liter. Selisih harga yang cukup lebar inilah yang membuat sebagian konsumen beralih dari BBM non-subsidi ke jenis subsidi.

Peralihan pola konsumsi ini bersifat bertahap, bukan langsung dalam waktu singkat. BPH Migas belum merinci berapa besar lonjakan permintaan BBM subsidi yang terjadi setelah kenaikan harga awal September tersebut.

Dampak bagi Konsumen

Bagi pengguna kendaraan pribadi, perubahan ini memengaruhi pilihan bahan bakar harian. Konsumen yang sebelumnya memakai Pertamax atau Dexlite dapat mempertimbangkan kembali jenis BBM sesuai kebutuhan mesin dan anggaran.

Namun, peralihan ke BBM subsidi tetap mengikuti aturan yang berlaku, termasuk ketentuan jenis kendaraan yang berhak mengonsumsi Pertalite dan Solar bersubsidi. Informasi lengkap soal ketentuan tersebut dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina dan BPH Migas.

Masyarakat diimbau waspada terhadap penawaran tidak resmi terkait pembelian BBM bersubsidi, termasuk praktik percaloan. Pengaduan dapat disampaikan melalui kanal resmi BPH Migas atau Pertamina.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: kompas.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top