JAWA BARAT — Korea Selatan meluncurkan program pendampingan digital untuk warga lanjut usia agar tidak semakin tertinggal di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Inisiatif ini menyasar kelompok lansia yang kesulitan mengakses layanan berbasis internet, mulai dari perbankan hingga komunikasi sehari-hari. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menutup jurang literasi digital antargenerasi.
Pemerintah Korea Selatan menempatkan lansia sebagai salah satu kelompok prioritas dalam agenda literasi digital nasional. Program ini dirancang untuk membantu mereka yang selama ini merasa terasing dari layanan yang serba online.
Kesenjangan digital di kalangan lansia bukan persoalan kecil. Banyak dari mereka masih mengandalkan cara konvensional untuk urusan perbankan, kesehatan, maupun komunikasi, sementara layanan publik dan swasta kian beralih ke platform digital.
Program ini menyasar warga lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan perangkat digital. Pendekatan yang dipakai menekankan pendampingan langsung, bukan sekadar penyediaan perangkat atau panduan tertulis.
Materi yang diajarkan mencakup penggunaan aplikasi dasar, transaksi digital, hingga cara berkomunikasi lewat pesan instan. Tujuannya agar lansia bisa mandiri menjalankan aktivitas harian tanpa harus selalu bergantung pada bantuan keluarga.
Korea Selatan termasuk negara dengan adopsi teknologi tinggi, tetapi kecepatan transformasi digital justru menimbulkan risiko baru bagi kelompok usia lanjut. Mereka yang tidak mengikuti perkembangan berpotensi tersingkir dari akses layanan dasar.
Kondisi ini mendorong pemerintah mengambil peran aktif, bukan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar. Pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan inklusi digital yang mulai banyak diadopsi negara maju.
Indonesia menghadapi tantangan serupa dengan populasi lansia yang terus bertambah. Layanan publik yang beralih ke aplikasi, dompet digital, dan verifikasi berbasis biometrik menuntut literasi teknologi yang belum merata.
Program pendampingan semacam ini bisa menjadi rujukan bagi pemerintah daerah maupun pelaku industri digital di dalam negeri. Tanpa langkah konkret, kelompok lansia berisiko menjadi pengguna yang paling rentan terhadap penipuan online dan kesulitan akses layanan.
Sejauh mana program Korea Selatan ini berlanjut dan diperluas ke wilayah lain masih akan terlihat dalam beberapa waktu ke depan.