PT Jasa Raharja menyerahkan santunan masing-masing Rp 50 juta kepada dua ahli waris korban kecelakaan KM Virgo Transport di perairan Laut Jawa, warga Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Santunan diserahkan langsung bersamaan dengan penerimaan dua jenazah di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Rabu. Dari 22 warga Garut yang menjadi korban, 12 orang selamat dan masih dirawat di Banjarmasin, sementara delapan lainnya masih dinyatakan hilang.
GARUT — Kepala Bagian Pelayanan Jasa Raharja Provinsi Jawa Barat, Yudi Muhtar, menyatakan santunan diberikan sesuai peraturan yang berlaku bagi korban meninggal dunia. Dua ahli waris yang menerima santunan merupakan keluarga dari Erick Maisul Latif (37) dan Risyan Kurnia Putra (28), yang telah diidentifikasi sebagai korban tewas dalam insiden tersebut.
"Masing-masing korban itu 50 juta rupiah kepada ahli warisnya sesuai dengan peraturan," kata Yudi di sela-sela penerimaan dua jenazah korban KM Virgo di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Rabu.
Santunan bagi korban meninggal diserahkan langsung pada hari yang sama dengan pemulangan jenazah ke Garut. Yudi memastikan proses identifikasi dan penyerahan santunan berjalan tanpa penundaan.
"Sudah diberikan, langsung hari ini," ujarnya.
Jasa Raharja tidak hanya memberikan santunan kepada ahli waris korban meninggal. Korban selamat dari insiden KM Virgo juga mendapat jaminan penanganan kesehatan selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Yudi menjelaskan jaminan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada korban. Biaya perawatan diserahkan langsung ke pihak rumah sakit yang menangani.
"Bukan berupa uang, tapi kita serahkan ke rumah sakit, biaya kita tanggung rumah sakit," katanya.
Dua jenazah korban KM Virgo dipulangkan ke Garut menggunakan dua mobil ambulans. Proses pemulangan mendapat pengawalan dari Kementerian Perhubungan dan kepolisian.
Kedua ambulans tiba di rumah duka di Kampung Panyingkiran sekitar pukul 17.20 WIB. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Garut pada Rabu petang.
Kecelakaan KM Virgo tercatat melibatkan 22 warga Garut sebagai korban. Dua orang meninggal dunia dan telah diserahkan ke keluarga masing-masing.
Sebanyak 12 korban selamat masih menjalani perawatan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Delapan orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Keluarga korban menunggu proses pemulangan anggota keluarga yang selamat dari Banjarmasin. Mereka juga berharap delapan orang yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.