Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat menggelar Festival Band, Bazar Buku Murah, dan Nonton Bareng Film Sejarah di Bandung pada 15-29 September 2026 untuk memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 2026. Sepuluh band pelajar SMA/SMK dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat masuk tahap Grand Final yang berlangsung 17 September 2026 di Kawaluyaan, Soekarno-Hatta. Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum dan gratis.
BANDUNG — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat (Dispusipda Jabar) menyiapkan tiga kegiatan utama dalam peringatan Hari Kunjung Perpustakaan 2026. Rangkaian acara berlangsung di Kawaluyaan, Bandung, mulai 15 hingga 29 September 2026.
Kegiatan mengusung slogan bahasa Sunda "Ngawanohkeun baheula, ngawangun jaga" yang berarti "mengenal masa lalu, membangun masa depan." Informasi ini disampaikan melalui akun resmi Instagram @dispusipdajabar.
Masyarakat umum dapat menghadiri seluruh rangkaian acara tanpa terkecuali. Berikut tiga kegiatan yang bisa diikuti warga Jawa Barat.
Kompetisi musik pelajar tingkat SMA/SMK se-Jawa Barat memasuki tahap Grand Final. Sepuluh band terpilih akan tampil pada 17 September 2026 di Dispusipda Jabar Kawaluyaan, Soekarno-Hatta, Bandung.
Kesepuluh finalis berasal dari berbagai wilayah, mulai Cibadak, Parigi, Bogor, Banjar, Bandung, Cineam, Sukabumi, Pangandaran, Cimahi, hingga Ciamis.
Sejumlah penerbit besar turut serta menyediakan koleksi buku bagi pengunjung. Gramedia, Mizan, Akselerasi, Graha, dan Andi termasuk di antaranya.
Bazar berlangsung 15-29 September 2026 di Lobby Perpustakaan Dispusipda Jabar, Jalan Kawaluyaan Indah Raya 4, Bandung. Jam operasionalnya pukul 08.00-16.00 WIB setiap hari.
Dispusipda Jabar juga menggelar Nonton Bareng Film Sejarah dan Dokumenter Kearsipan di Home Theater. Pemutaran berlangsung pukul 09.00-11.00 WIB selama periode 15-29 September 2026.
Film yang ditayangkan mengangkat tema sejarah dan kearsipan Jawa Barat. Di antaranya Pandemi Pertama di Jawa Barat, Jalan Tol Pertama di Jawa Barat, Bandung Lautan Api, sejarah kota-kota di Jawa Barat, hingga dokumenter perpustakaan dan kearsipan.
Setiap pemutaran dibatasi kuota 40 orang. Pemutaran dilakukan dua kali dalam sehari.
Lewat rangkaian kegiatan ini, warga tidak hanya menonton Festival Band. Pengunjung bisa sekaligus mendatangi perpustakaan dan menikmati kegiatan yang berkaitan dengan buku, sejarah, serta kearsipan.