JAKARTA — Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir memimpin langsung rapat koordinasi yang dihadiri Sekjen Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Multimedia dan IT Hilman Hidayat, serta Auri Jaya selaku Ketua Bidang Penyiaran. Puluhan pengurus daerah mengikuti pertemuan itu secara virtual.
Munir menilai persiapan teknis sudah mendekati rampung. Ia meminta setiap daerah segera menunjuk Person in Charge (PIC), menghidupkan portal, dan membiasakan produksi berita harian.
Munir menganalogikan kesiapan infrastruktur digital PWI saat ini seperti kendaraan baru yang keluar dari tempat penjualan. Menurutnya, seluruh perangkat sudah tersedia dan tinggal dijalankan.
"Ibaratnya saat ini mobil sudah keluar dari showroom, tinggal dipanaskan mesinnya dan kita siap berlari pada 1 Oktober 2026, tepat di Hari Kesaktian Pancasila," ujar Munir dengan nada optimis.
Peluncuran ini tidak berhenti pada penyediaan alamat tautan di internet. Portal berita PWI dari Sabang sampai Merauke diharapkan menjadi rumah bersama bagi kegiatan organisasi, produk jurnalistik, hingga isu spesifik daerah dalam satu ekosistem digital terintegrasi.
Instruksi tegas sudah disebar ke pengurus di tingkat wilayah. Munir meminta setiap daerah bergerak sebelum tanggal peluncuran, bukan menunggu momentumnya tiba.
"Saat grand launching nanti, seluruh mesin harus sudah hidup dan 38 portal daerah sudah bergerak bersama," tegasnya.
Sinergi pemberitaan pusat dan daerah dirancang berjalan dua arah. Berita penting dari daerah punya peluang lebih besar mendobrak panggung nasional lewat jaringan PWI, sementara informasi strategis dari pusat bisa langsung dibaca warga di pelosok daerah.
Munir mengingatkan bahwa transformasi digital ini melampaui urusan teknologi. Teknologi hanya alat, sedangkan inti utamanya tetap upaya mendongkrak profesionalisme wartawan dan merawat kualitas karya jurnalistik.
Langkah mengonsolidasikan 38 website PWI daerah merupakan kelanjutan strategi komunikasi digital yang dirintis PWI Pusat sebelumnya. Belum lama ini, PWI Pusat menelurkan podcast PWI Channel sebagai wadah diskursus seputar dunia pers dan teknologi.
Episode perdana kanal audio-visual tersebut menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo. Dengan menggabungkan portal berita di 38 wilayah dan konten audio-visual PWI Channel, PWI ingin memastikan denyut pers di setiap sudut nusantara tetap hidup, terhubung, dan relevan dengan cara masyarakat mengonsumsi informasi saat ini.