BANDUNG — Kepastian jadwal tanggapan itu disampaikan Erwan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jabar dengan agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda APBD 2027 di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (30/10/2026). Menurutnya, pemerintah provinsi memakai jeda tiga hari untuk menggodok jawaban secara rinci.
”Nanti ada pembahasan lebih lanjut. Ini kan baru penyampaian pandangan dari fraksi-fraksi, nanti kita dari pihak pemerintah yang akan menjawab dan jawabannya sedang kami siapkan,” ujar Erwan.
Fraksi Gerindra membacakan pandangan umum mewakili fraksi-fraksi lain di DPRD Jabar. Isi sorotannya menyasar struktur anggaran Pemprov Jabar, terutama volume APBD yang mengalami surplus.
”Tadi yang disampaikan oleh Fraksi Gerindra mewakili fraksi-fraksi lain itu terutama menyoroti soal kondisi surplus ya,” kata Erwan.
Angka yang menjadi dasar pembahasan berasal dari draf Ranperda APBD 2027 yang diserahkan Pemprov Jabar pada paripurna Senin (26/10/2026). Target pendapatan daerah dirancang Rp 29,35 triliun, sementara alokasi belanja daerah diproyeksikan Rp 27,58 triliun.
Erwan menegaskan seluruh pertanyaan dan masukan wakil rakyat akan dijawab formal di rapat paripurna berikutnya. Berkas jawaban akan dipelajari lebih dulu sebelum dibacakan.
”Itu nanti akan kita jawab secara formal di rapat paripurna berikutnya. Saya akan pelajari dan matangkan dulu berkas jawabannya,” ucapnya.
Selisih antara target pendapatan dan proyeksi belanja menjadi titik yang akan dipertanggungjawabkan eksekutif di hadapan anggota dewan. Pembahasan lanjutan setelah paripurna Senin akan menentukan apakah struktur APBD 2027 bertahan seperti draf awal atau mengalami penyesuaian.