BANDUNG — Pemerintah melalui Kementerian Sosial mulai menyalurkan bansos susulan PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2026 per hari ini. Proses pencairan dilakukan secara bertahap melalui bank penyalur yang ditunjuk, dengan prioritas wilayah yang datanya sudah rampung diverifikasi.
Untuk bansos PKH susulan, nominal yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) bervariasi sesuai kategori. Ibu hamil dan balita mendapat Rp 750.000 per tahap, sementara anak sekolah SD Rp 225.000, SMP Rp 375.000, dan SMA Rp 500.000. Lansia dan penyandang disabilitas masing-masing Rp 600.000 per tahap.
Sementara untuk bansos BPNT, setiap KPM menerima bantuan pangan senilai Rp 200.000 per bulan. Pada pencairan susulan ini, dana yang masuk biasanya merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya yang sempat tertunda.
Berdasarkan laporan dari lapangan, sejumlah daerah di Jawa Barat sudah mulai mencatatkan saldo masuk ke rekening KKS. Beberapa di antaranya adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan Kota Tasikmalaya. Namun, proses pencairan di setiap kecamatan bisa berbeda jadwalnya tergantung validasi data oleh pendamping sosial.
Pihak Dinas Sosial setempat mengimbau warga untuk tidak langsung menarik seluruh dana di hari pertama. Antrean di agen bank dan ATM biasanya padat, dan sistem kadang mengalami gangguan akibat lonjakan transaksi.
Pencairan susulan ini terjadi karena adanya perbaikan data penerima yang belum rampung pada penyaluran tahap pertama. Beberapa KPM sebelumnya tercatat ganda atau tidak lolos verifikasi akibat NIK tidak sesuai dengan data Dukcapil. Setelah dilakukan pemutakhiran oleh pendamping sosial, data mereka kembali valid dan masuk ke daftar pencairan susulan.
Kementerian Sosial memastikan bahwa hak penerima tidak akan hilang. Seluruh dana yang tertunda akan tetap dicairkan secara bertahap hingga akhir tahun anggaran.
Warga bisa mengecek saldo KKS melalui ATM bank penyalur (BRI, BNI, atau Mandiri) atau melalui agen BRILink dan agen bank terdekat. Cek juga bisa dilakukan via aplikasi mobile banking jika sudah terdaftar. Pastikan membawa KTP asli dan kartu KKS saat bertransaksi.
Jika saldo belum masuk sementara tetangga sudah cair, jangan panik. Segera hubungi pendamping sosial di desa atau kelurahan masing-masing untuk mengecek status data. Proses pencairan memang tidak serentak di semua wilayah.
Kemungkinan ada tahap susulan berikutnya tetap terbuka, terutama untuk daerah yang masih dalam proses verifikasi ulang data. Pemerintah menargetkan seluruh bansos tahap 2 tahun 2026 rampung tersalurkan sebelum pertengahan Juni 2026. Warga diimbau untuk selalu memperbarui data kependudukan agar tidak bermasalah saat pencairan berikutnya.