BANDA ACEH — Warga penerima manfaat di sejumlah wilayah Aceh mulai menerima pencairan bantuan sosial ganda pada pekan terakhir Mei 2026. BSI menjadi bank pertama yang merealisasikan transfer dana PKH dan BPNT susulan, dengan nominal yang bervariasi antara Rp600.000 hingga Rp1.600.000 per keluarga.
Pencairan ganda ini merupakan bagian dari skema salur bansos susulan yang dijadwalkan pemerintah untuk mengejar realisasi anggaran triwulan II. Dalam prosesnya, BSI lebih dulu menyelesaikan transfer dibandingkan BRI, BNI, dan Mandiri yang masih dalam tahap antrean sistem.
Besaran dana yang diterima setiap keluarga tergantung pada komponen anggota keluarga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Penerima PKH dengan kategori ibu hamil, balita, dan anak sekolah mendapatkan nominal lebih tinggi, sementara BPNT disalurkan dalam bentuk bantuan pangan senilai Rp200.000 per bulan.
Pemerintah menargetkan seluruh dana tersalurkan sebelum memasuki Juni 2026 agar tidak mengganggu siklus pencairan berikutnya.
Proses transfer menyusul dijadwalkan rampung secara bertahap. BRI, BNI, dan Mandiri masih menyelesaikan verifikasi data penerima sebelum mencairkan dana. Warga diimbau untuk mengecek status penerimaan melalui aplikasi mobile banking atau mendatangi kantor desa setempat.
Kepala Dinas Sosial Aceh menyebutkan bahwa tidak ada perubahan data penerima dalam skema salur susulan ini. Semua penerima yang tercatat aktif di DTKS tetap mendapatkan haknya sesuai jadwal.
Data terakhir mencatat lebih dari 1,2 juta keluarga penerima manfaat PKH dan BPNT tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh. Pencairan ganda ini menjadi perhatian karena melibatkan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan perbankan.
Masyarakat diharapkan segera mencairkan dana yang sudah masuk ke rekening agar tidak terjadi penumpukan antrean di akhir bulan.