BOGOR — Momen kelulusan siswa kelas VI SDN Kebon Pedes 1, Kota Bogor, berlangsung berbeda pada tahun ajaran ini. Sebanyak 30 siswa tidak sekadar mengikuti prosesi wisuda, tetapi juga meluncurkan buku antologi puisi berjudul Pelangi Kenangan di Sekolah sebagai persembahan kolektif mereka.
Acara yang digelar sederhana di lingkungan sekolah pada pekan lalu ini menjadi puncak dari program literasi yang berjalan selama satu semester terakhir. Para siswa menuliskan pengalaman, harapan, dan kenangan selama enam tahun bersekolah ke dalam bentuk puisi.
Buku setebal 60 halaman itu memuat puluhan puisi karya siswa. Setiap anak menyumbangkan setidaknya satu puisi yang ditulis dengan bimbingan guru kelas dan guru Bahasa Indonesia. Kepala SDN Kebon Pedes 1 menyebut bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan untuk meninggalkan warisan intelektual, bukan sekadar seremonial kelulusan.
“Kami ingin anak-anak punya kenangan yang bisa dipegang, dibaca, dan dibanggakan hingga dewasa. Buku ini adalah ijazah literasi mereka,” kata Kepala SDN Kebon Pedes 1 dalam sambutan singkatnya.
Para siswa menulis puisi selama dua bulan terakhir, mulai dari tahap brainstorming tema hingga penyuntingan akhir. Sekolah menggandeng seorang pegiat literasi lokal untuk membantu proses editing dan tata letak buku. Biaya cetak ditanggung secara swadaya oleh orang tua murid melalui iuran kelas.
“Awalnya saya bingung mau nulis apa. Tapi setelah diingat-ingat, banyak hal lucu dan mengharukan yang terjadi di sekolah. Saya tulis semua itu,” ujar salah satu siswa, yang puisinya berjudul “Bangku Kayu di Kelas 3”.
Program ini tidak hanya melatih kemampuan menulis siswa, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan membaca di lingkungan sekolah. Menurut salah satu guru, sejak program dimulai, minat siswa mengunjungi perpustakaan sekolah meningkat sekitar 40 persen. Beberapa orang tua juga mulai membacakan puisi anak-anak mereka di rumah.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Anak-anak jadi lebih percaya diri karena karyanya diakui dan dibukukan,” tambah wali kelas VI.
Pihak sekolah berencana menjadikan program antologi puisi sebagai agenda tahunan setiap kelulusan. Mereka juga akan menyimpan satu eksemplar buku di perpustakaan sekolah sebagai koleksi permanen. Rencana jangka panjang, sekolah akan mengadakan lomba menulis puisi antarkelas setiap akhir semester.
Buku Pelangi Kenangan di Sekolah saat ini tersedia di perpustakaan sekolah dan dapat dipinjam oleh siswa aktif. Sebagian kecil cetakan juga dibagikan kepada orang tua sebagai kenang-kenangan.
Biaya cetak ditanggung secara swadaya oleh orang tua murid melalui iuran kelas. Sekolah tidak membebankan biaya tambahan di luar iuran yang telah disepakati bersama.
Saat ini buku hanya tersedia di perpustakaan sekolah dan dibagikan terbatas kepada orang tua siswa. Pihak sekolah belum membuka penjualan untuk umum.
Sekolah berencana menjadikan program antologi puisi sebagai agenda tahunan setiap kelulusan. Pelaksanaan berikutnya direncanakan pada akhir tahun ajaran 2025/2026.