BOGOR — Berjalan-jalan di pagi hari di Kebun Raya Bogor memang menyegarkan, tapi perut keroncongan setelahnya adalah tantangan tersendiri. Untungnya, di sekitar kawasan seluas 87 hektare itu, terselip puluhan pilihan sarapan yang tak hanya murah, tapi juga punya cita rasa kuat.
Mulai dari pedagang kaki lima yang mangkal sejak subuh hingga warung kecil yang sudah puluhan tahun beroperasi, semuanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Berikut tujuh rekomendasi tempat sarapan yang bisa dicoba.
Salah satu favorit pengunjung adalah nasi kuning yang dijual di tenda dekat pintu masuk utama. Seporsi nasi kuning lengkap dengan lauk seperti ayam goreng, telur balado, dan sambal goreng kentang dibanderol mulai Rp 10 ribu. Tekstur nasinya pulen, dan porsinya cukup mengenyangkan untuk sarapan.
Tak jauh dari lokasi, ada pedagang bubur ayam yang sudah berjualan sejak era 1980-an. Buburnya kental dengan kaldu ayam yang gurih, ditambah cakwe, kerupuk, dan irisan daun bawang. Satu porsi dihargai sekitar Rp 12-15 ribu, tergantung tambahan topping.
Bagi yang ingin menu lebih berat, lontong sayur bisa jadi pilihan. Warung sederhana di Jalan Ir. H. Juanda ini menyajikan lontong sayur dengan labu siam, tahu goreng, dan telur rebus. Kuah santannya kental dan tidak terlalu encer. Harganya sekitar Rp 10-12 ribu per porsi.
Jika budget lebih longgar, sop buntut di restoran dekat Kebun Raya bisa jadi pilihan. Satu porsi berisi potongan buntut sapi empuk, wortel, kentang, dan taburan bawang goreng. Harganya mulai Rp 35-50 ribu, cocok untuk sarapan akhir pekan bersama keluarga.
Mie kocok khas Bogor juga mudah ditemukan di sekitar sini. Mie kuning tebal disiram kuah kaldu sapi kental, ditambah kikil, toge, dan jeruk nipis. Satu porsi biasanya dihargai Rp 15-20 ribu. Rasanya gurih dengan sedikit asam dari jeruk nipis.
Setelah sarapan berat, es doger bisa jadi penutup yang pas. Minuman khas Betawi ini berisi campuran kelapa muda, alpukat, tape singkong, dan susu kental manis. Harganya sekitar Rp 10-15 ribu per gelas. Cocok dinikmati sambil duduk santai di pinggir jalan.
Waktu terbaik untuk menikmati kuliner ini adalah antara pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Sebagian besar pedagang sudah mulai beroperasi sejak subuh, dan beberapa mulai kehabisan stok setelah pukul 10.00. Disarankan membawa uang tunai karena tidak semua pedagang menyediakan pembayaran digital.
Sebagian besar pedagang buka setiap hari, terutama di akhir pekan. Namun, beberapa warung kecil mungkin libur pada hari Senin atau hari besar tertentu. Sebaiknya konfirmasi langsung sebelum berkunjung.
Rata-rata biaya sarapan per orang berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu untuk menu standar. Untuk menu spesial seperti sop buntut, biayanya bisa mencapai Rp 50 ribu per porsi.
Ada beberapa pilihan vegetarian seperti lontong sayur tanpa telur, gorengan, atau nasi uduk dengan tempe dan tahu. Namun, pilihannya terbatas dibanding menu daging atau ayam.