30 Guru SLB dari Seluruh Indonesia Dibekali Keterampilan Urban Farming di Bogor, Hasil Seleksi 697 Pendaftar

Penulis: Agus Hermawan  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 18:18:01 WIB
guru SLB dari seluruh Indonesia mengikuti pelatihan urban farming di Bogor.

BOGOR — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama SEAMEO BIOTROP menyelenggarakan program peningkatan kompetensi bagi guru SLB di bidang pertanian perkotaan. Pelatihan selama empat hari itu berlangsung di Bogor dan diikuti oleh 30 guru terpilih dari seluruh Indonesia.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, mengatakan program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas guru pendidikan khusus. Menurutnya, guru SLB harus mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Guru memiliki peran strategis dalam membekali peserta didik dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk hidup mandiri dan berpartisipasi aktif di masyarakat," ujar Arif Jamali, Rabu (3/6/2026).

Pelatihan Hidroponik hingga Akuaponik untuk Guru SLB

Selama pelatihan, para guru mendapatkan materi teori dan praktik tentang berbagai metode pertanian perkotaan. Materi yang diajarkan mencakup budidaya hidroponik, akuaponik, tanaman buah dalam pot (tabulampot), hingga budidaya hortikultura terpadu.

Peserta juga mengikuti praktik lapangan secara langsung di fasilitas pembelajaran dan demplot milik SEAMEO BIOTROP. Pengalaman ini diharapkan membantu guru mengembangkan model pembelajaran keterampilan pertanian yang aplikatif sesuai kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Pertanian Perkotaan sebagai Sarana Kemandirian Siswa SLB

Direktur SEAMEO BIOTROP, Prof. Dr. Edi Santosa, menilai pertanian perkotaan memiliki nilai strategis sebagai sarana pembelajaran. Ia menyebut kegiatan ini mampu menggabungkan keterampilan teknis, kreativitas, dan kewirausahaan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

"Pertanian perkotaan merupakan pendekatan pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan," kata Edi Santosa.

Teknologi Pertanian Sederhana yang Mudah Diadaptasi Sekolah

Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr. rer. nat. Doni Yusri, menekankan pentingnya penguasaan teknologi pertanian sederhana. Menurutnya, metode yang diajarkan harus mudah diadaptasi oleh sekolah luar biasa sesuai kondisi masing-masing.

"Pengembangan urban farming di lingkungan sekolah tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kecakapan hidup peserta didik," ujarnya.

Program Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) ini menjadi bagian dari komitmen Direktorat Guru PMPK dalam memperluas akses pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru pendidikan khusus di berbagai daerah. Melalui kolaborasi ini, Kemendikdasmen dan SEAMEO BIOTROP berharap pendidikan keterampilan di SLB semakin berkualitas dan mampu mendorong kemandirian peserta didik.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: bogor-kita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top