KNKT Pastikan Taksi GSM B 2864 SBX Tak Alami Gangguan Teknis Sebelum Tabrakan KRL di Bekasi Timur

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 03:46:01 WIB
Data black box taksi GSM B 2864 SBX menunjukkan tidak ada gangguan teknis sebelum kecelakaan di Bekasi Timur.

JAWA BARAT — Rapat dengar pendapat yang digelar pada 21 Mei lalu antara KNKT, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan operator perkeretaapian mengungkap fakta baru yang cukup krusial. Investigasi membagi kecelakaan menjadi dua tabrakan terpisah: pertama antara taksi listrik GSM dengan KRL Commuter Line 5181, dan kedua antara kereta antarkota Argo Bromo Anggrek dengan kereta PLB 5568 yang sedang berhenti di jalur sebelah.

Black Box Taksi Tak Tunjukkan Kerusakan Sejam Sebelum Insiden

Perwakilan KNKT menyatakan bahwa data dari perangkat pemantauan kendaraan B 2864 SBX tidak menunjukkan adanya kesalahan sistem dalam satu jam sebelum kejadian. Kendaraan tersebut juga telah lulus uji kompatibilitas elektromagnetik berdasarkan standar EMC AIS-004 India, setara UN R10, meski secara hukum Indonesia belum mewajibkannya.

Data black box merekam taksi melaju normal dengan kecepatan sekitar 15 km/jam saat menuruni jalan menuju perlintasan dengan transmisi di posisi D (Drive). Namun, pada pukul 12:08, transmisi dipindahkan ke posisi N (Neutral) dan kendaraan meluncur bebas dengan kecepatan 3-7 km/jam. Alasan perpindahan ini masih menjadi misteri.

Pengemudi Panik, Transmisi di Posisi Netral Saat Hendak Akselerasi

Saat kendaraan mendekati perlintasan, pengemudi berusaha menginjak pedal akselerator hingga 25 persen. Namun karena transmisi masih di posisi N, motor listrik tak bisa menyalurkan tenaga ke roda. Tekanan pedal kemudian dinaikkan hingga 51 persen, hasilnya tetap nihil. Kecepatan kendaraan akhirnya turun hingga nol tepat di atas rel.

Setelah berhenti, transmisi baru dipindahkan ke posisi D, namun pengemudi tidak segera menekan pedal gas. Transmisi malah dipindahkan lagi ke posisi P (Park). Pengemudi kemudian berulang kali menekan pedal akselerator, menginjak rem, dan menekan tombol start/stop. Karena kendaraan tetap di posisi Parkir, mobil tidak bisa bergerak sama sekali.

Sistem Sinyal Masih Hijau, Argo Bromo Anggrek Tabrak Kereta yang Berhenti

Tabrakan pertama terjadi pada pukul 20:48:29. Namun tiga menit 43 detik kemudian, kereta Argo Bromo Anggrek justru masih menerima sinyal hijau untuk melintas di Stasiun Bekasi. Akibatnya, kereta tersebut menabrak PLB 5568 yang sedang berhenti di Bekasi Timur, menyebabkan korban jiwa dan puluhan luka-luka.

KNKT menjelaskan bahwa sistem pengendalian kereta di Stasiun Bekasi hanya bertanggung jawab terhadap pergerakan kereta hingga wesel 14T. Karena itu, sinyal J12 masih menampilkan lampu hijau meskipun laporan kecelakaan pertama sudah diterima. Anggota DPR yang hadir dalam rapat menilai ini sebagai kegagalan sistem yang jelas.

Selain masalah sinyal utama, KNKT juga mengungkap adanya gangguan pada sinyal tambahan di lokasi kejadian. Kecelakaan yang terjadi pada malam hari ini masih terus diselidiki untuk memastikan tidak ada lagi celah sistem serupa di masa depan.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top