JAWA BARAT — Laga pembuka ini bukan sekadar seremoni. Bagi Bali United, ini adalah kesempatan untuk mengoreksi catatan buruk mereka di kandang pada musim lalu. Dari 17 pertandingan yang dimainkan di hadapan pendukung sendiri, hanya enam kemenangan yang mampu mereka raih, sisanya berakhir dengan enam imbang dan lima kekalahan.
Ambisi Johnny Jansen Perbaiki Rekor Kandang
Pelatih Johnny Jansen secara terbuka menargetkan perbaikan signifikan dalam hal ini. Ia menilai dukungan suporter di Stadion Kapten I Wayan Dipta adalah aset yang harus dimaksimalkan untuk meraih tiga poin.
"Pertandingan kandang memiliki arti penting karena dukungan suporter dapat memperkuat hubungan antara tim dan para pendukung," ujar Johnny Jansen. Baginya, kemenangan di laga pembuka akan menjadi modal penting untuk membangun momentum sepanjang musim.
Ekspektasi Tinggi dan Bayang-bayang Musim Lalu
Tekanan untuk tampil baik di laga ini cukup besar. Pasalnya, mengawali musim di kandang bukanlah hal yang selalu berjalan mulus bagi Bali United. Pada pembukaan musim 2023/24, mereka justru tumbang di kandang sendiri setelah Ricky Cawor mencetak gol semata wayang untuk PSS Sleman pada 1 Juli 2023.
Momentum pertemuan dengan tim yang sama di laga pembuka ini tentu menjadi pengingat bagi Serdadu Tridatu. Mereka tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dan bertekad membuka kompetisi dengan hasil positif di depan publik sendiri.
Jadwal Padat Menanti Usai Laga Perdana
Setelah menjamu PSS Sleman, Bali United tidak punya banyak waktu untuk bernapas. Mereka harus bersiap menghadapi dua laga tandang beruntun yang menantang.
Pada 11 September, tim dijadwalkan bertandang ke markas Isen Mulang Kalteng FC. Empat hari berselang, tepatnya 20 September, mereka akan melakoni laga berat melawan Borneo FC Samarinda.
Dengan kata lain, laga kontra PSS Sleman bukan hanya soal gengsi, tetapi juga penentu awal posisi Bali United di papan klasemen. Hasil buruk di kandang bisa membuat mereka langsung tertinggal sebelum menjalani rangkaian laga tandang yang sulit.