Warga Keluhkan Sosialisasi Minim Usai Pemkot Bogor Tutup Total Eks Jalan Batutulis untuk Area Hijau

Penulis: Bayu Nugroho  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 11:39:01 WIB
Pemkot Bogor resmi menutup total eks Jalan Batutulis untuk dijadikan area hijau.

BOGOR — Aspal di eks Jalan Batutulis, Kota Bogor, kini tak lagi bisa dilewati kendaraan maupun pejalan kaki. Pemkot Bogor telah memasang penghalang permanen, menandai berakhirnya fungsi ruas tersebut sebagai akses publik. Lokasi itu akan bertransformasi menjadi area hijau yang ditanami pepohonan rimbun, bagian dari upaya memperbanyak RTH di tengah kepadatan kota.

Keputusan ini diambil untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai daerah resapan air dan paru-paru kota. Namun, di lapangan, warga sekitar mengaku tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai jadwal penutupan maupun rencana jangka panjang proyek tersebut.

Mengapa Warga Baru Tahu Setelah Jalan Ditutup?

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengaku kaget ketika mendapati akses jalan sudah tertutup total. Mereka menyayangkan tidak adanya pemberitahuan resmi yang ditempel di sekitar lingkungan, atau pun surat edaran dari kelurahan. "Tahu-tahu sudah ditutup saja. Tidak ada sosialisasi dari RT, RW, atau kelurahan sebelumnya," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ketiadaan sosialisasi ini menjadi celah kritis. Dalam kebijakan publik berskala lokal seperti penutupan akses jalan, komunikasi langsung kepada warga terdampak seharusnya menjadi prioritas. Tanpa itu, kebijakan yang baik pun berpotensi menuai resistensi.

Transformasi Lahan: Dari Akses Publik ke Paru-Paru Kota

Pemkot Bogor berencana menanami lahan eks Jalan Batutulis dengan berbagai jenis pohon rindang. Targetnya, area ini tidak hanya menjadi penghijauan estetis, tetapi juga berfungsi sebagai ruang interaksi warga dan pengendali suhu mikro di wilayah tersebut. Langkah ini sejalan dengan visi Kota Bogor sebagai kota berkelanjutan.

Meski begitu, warga berharap ada transisi yang lebih manusiawi. Mereka meminta agar Pemkot membuka forum dialog atau setidaknya memberikan papan informasi di lokasi yang menjelaskan detail proyek, termasuk desain akhir, jenis tanaman yang digunakan, serta estimasi waktu pengerjaan.

Apa Langkah Pemkot Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mengenai keluhan warga. Publik menunggu apakah akan ada sesi sosialisasi susulan, atau kebijakan ini dianggap final tanpa ruang klarifikasi.

Penutupan eks Jalan Batutulis menjadi studi kasus kecil tentang pentingnya sosialisasi kebijakan publik. Di era digital, papan pengumuman fisik dan surat edaran RT/RW masih menjadi jembatan komunikasi paling efektif bagi warga yang tidak terpapar media sosial. Tanpa itu, kebijakan hijau bisa kehilangan dukungan akar rumput.

Reporter: Bayu Nugroho
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top