Atlet Gulat Juara POPDA Jabar Gagal Masuk Sekolah Maung, Nilai Anjlok 72 Poin saat Seleksi SPMB

Penulis: Agus Hermawan  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 00:28:31 WIB
Atlet gulat juara POPDA Jabar mengalami penurunan nilai 72 poin saat seleksi SPMB Sekolah Maung.

BANDUNG — Seorang atlet gulat peraih medali emas Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Jawa Barat 2025 gagal menembus Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung meski nilai awalnya dinilai memenuhi syarat. Hendri, ayah sang atlet, menemukan fakta bahwa skor anaknya menyusut 72 poin saat proses seleksi, dari 369 menjadi 297, tanpa penjelasan yang memadai.

Verifikasi Ulang Dilakukan Setelah Orang Tua Datang Langsung ke Disdik

Hendri mendatangi Kantor Disdik Jabar di Jalan Dr. Rajiman, Kota Bandung, untuk mempertanyakan kejanggalan tersebut. Ia mengaku mendapat rekomendasi dari sekolah untuk meminta klarifikasi langsung.

"Kalau dari Maung sih emang gugur dari awal. Gugur dari awal, tapi kalau dilihat dari informasi poin terendahnya itu 333, sedangkan anak saya kan 369. Itu harusnya masuk kategori kan? Ternyata gugur," ujar Hendri di lokasi.

Pihak Disdik Jabar akhirnya menyepakati verifikasi ulang terhadap data nilai atlet tersebut. Hasilnya dijanjikan akan diumumkan pada malam hari yang sama. Hendri menyebut pihak dinas mengakui adanya dugaan kekeliruan sistem.

Disdik Buka Suara soal Ketatnya Persaingan Sekolah Maung

SPMB Sekolah Maung tahun 2026 membuka 18.268 kursi di 41 sekolah, terdiri dari 10.400 kursi jenjang SMA dan 7.868 kursi jenjang SMK. Total pendaftar mencapai 38.476 murid, dengan rincian 24.840 pendaftar SMA dan 13.636 pendaftar SMK. Artinya, hanya sekitar 47 persen pendaftar yang bisa diterima.

Jalur kompetensi non-akademik, tempat atlet gulat ini mendaftar, mencakup kategori olahraga, seni, dan prestasi kepemimpinan seperti mantan ketua OSIS, Paskibra, Pramuka, hingga PMR. Persaingan di jalur ini terbilang sengit.

Angka Penerimaan di Jalur Non-Akademik: Ada yang 90 Persen, Ada yang di Bawah 50 Persen

Data Disdik Jabar hingga cut-off 7 Juni 2026 pukul 17.00 WIB menunjukkan tingkat penerimaan bervariasi antar kategori non-akademik. Jalur Pramuka Garuda mencatatkan tingkat keterimaan tertinggi, yakni 90,3 persen atau 408 dari 452 pendaftar diterima.

Sebaliknya, di Jalur Ketua OSIS, hanya 48,3 persen atau 255 dari 528 pendaftar yang lolos. Sementara itu, Jalur Pramuka Pratama menerima 53,2 persen pendaftar, dan jalur kompetensi non-akademik umum mencatatkan 814 dari 1.264 pendaftar diterima.

Hendri sendiri mengaku pasrah namun tetap berharap anaknya bisa masuk Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung. "Jelas (Sekolah Maung) karena kan saya memperjuangkan hak anak gitu ya. Tapi saya pribadi sih nggak masalah sih ya (diterima di SMA Maung atau di SMAN 4) cuman ya gimana hasilnya, saya pasrahkan ke (Disdik)," tuturnya.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: jabar.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top