BANDUNG — Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta kontraktor tidak hanya mengejar kecepatan dalam pembangunan RSUD Bedas Cimenyan. Ia menekankan aspek konstruksi harus menjadi prioritas utama, mengingat lokasi rumah sakit berada di kawasan perbukitan yang rawan longsor dan gempa.
“Kualitas penting bagi saya. Jangan asal membangun tanpa memperhitungkan konstruksi. Bukan hanya cepat, tapi harus benar-benar kuat dan sesuai standar,” tegasnya saat groundbreaking di Jalan Arcamanik, Rabu (10/6/2026).
Lahan seluas satu hektare di Desa Mekarmanik itu berada di kontur tanah miring. Bupati meminta pelaksana proyek, PT Java Adi Cipta, memperhitungkan beban bangunan dan kemiringan lahan secara detail.
“Harus diperhatikan beban bangunan, kemiringan lahan, dan aspek teknis lainnya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Kang DS, sapaan akrabnya.
Setiap perubahan di lapangan, lanjut dia, wajib terdokumentasi dalam berita acara dan mengacu pada kajian teknis yang telah disusun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa menjelaskan, tahap awal pembangunan difokuskan pada fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, dan rawat jalan. Pada tahun ini, Pemkab Bandung mengalokasikan Rp 18,9 miliar dari total kebutuhan Rp 100 miliar secara multiyears.
“RSUD ini diharapkan menghapus kesan bahwa Cimenyan jauh dari layanan kesehatan. Sekarang pelayanan hadir lebih dekat untuk masyarakat,” kata Zeis.
Meski pembangunan rumah sakit terus digenjot, kebutuhan layanan kesehatan di Kabupaten Bandung masih tinggi. Pemkab mencatat, dari total 2.800 tempat tidur yang tersedia saat ini, masih kekurangan sekitar 1.100 bed.
“Walaupun kita membangun lagi, masih ada kekurangan sekitar 1.100 tempat tidur. Karena kesehatan adalah hak dasar masyarakat, maka ini jadi prioritas,” kata Kang DS.
RSUD Bedas Cimenyan merupakan rumah sakit keenam yang dibangun Pemkab Bandung sejak 2021. Sebelumnya, RSUD Bedas Kertasari, Cimaung, Arjasari, Tegalluar, dan RSUD Bedas Pacira di wilayah Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali telah lebih dulu beroperasi.
Bupati menargetkan pembangunan RSUD Bedas Cimenyan selesai maksimal pada 2029, termasuk penyempurnaan lima RSUD lainnya. Dukungan warga dan pemerintah desa, menurutnya, menjadi kunci kelancaran proyek ini.
“Pembangunan dilakukan bertahap. Targetnya maksimal 2029 bisa selesai, termasuk penyempurnaan lima RSUD lainnya,” ujarnya.