JAWA BARAT — Bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe pada awal Juni lalu menyisakan duka dan kerusakan. Di tengah upaya pemulihan, PLN UP3 Tahuna langsung bergerak. Tidak hanya memperbaiki infrastruktur kelistrikan yang rubuh, mereka juga mengirimkan bantuan pangan untuk warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebanyak 192 paket sembako disalurkan melalui BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe. Isinya mencakup bahan pokok utama: beras, telur, gula, minyak goreng, dan air minum kemasan. Distribusi difokuskan ke Kampung Matutuang, Kampung Kawio, Kampung Marore, serta sejumlah wilayah lain yang paling parah merasakan guncangan.
Manager PLN UP3 Tahuna, RM Dimas Adhi Prabowo, menegaskan bahwa tanggung jawab perusahaannya tidak berhenti pada urusan kelistrikan. "Kami memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir membantu masyarakat, terutama ketika menghadapi kondisi sulit akibat bencana alam," ujarnya.
Menurut Dimas, bantuan ini bagian dari komitmen PLN untuk mendukung masyarakat bangkit kembali. Ia berharap paket sembako itu bisa meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan pascagempa. Seluruh proses penyaluran dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar tepat sasaran.
Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu C.C. Labesi, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas respons cepat PLN. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang masih berjuang memulihkan kondisi setelah bencana. Ia menilai langkah PLN menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi, di luar tugas utamanya memperbaiki jaringan listrik.
Sinergi antara PLN dan BPBD ini menjadi contoh nyata gotong royong dalam menghadapi situasi pascabencana. Melalui aksi kemanusiaan ini, PLN UP3 Tahuna kembali menegaskan bahwa perusahaan plat merah ini tidak hanya berorientasi pada pelayanan ketenagalistrikan, tetapi juga hadir sebagai mitra sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.