JAWA BARAT — Brasil harus puas berbagi angka dengan Maroko pada pertandingan pembuka Grup C Piala Dunia 2026, Senin (15/6) waktu setempat. Gol penyeimbang Vinicius Junior di menit ke-32 menjadi satu-satunya hiburan bagi tim asuhan Carlo Ancelotti setelah tertinggal lebih dulu lewat aksi Ismael Saibari pada menit ke-21.
Sepanjang babak pertama, Maroko tampil lebih dominan. Trio gelandang Brasil—Casemiro, Lucas Paqueta, dan Bruno Guimaraes—kewalahan menghadapi pressing tinggi yang diterapkan Achraf Hakimi dan kawan-kawan. Akurasi umpan buruk dan kehilangan bola di area tengah menjadi pemandangan umum.
Ancelotti bereaksi cepat di babak kedua dengan memasukkan Fabinho. Hasilnya, struktur permainan Brasil mulai membaik. Namun, Maroko tetap menunjukkan kualitas impresif meski diperkuat generasi yang lebih muda dibanding skuad semifinalis Piala Dunia 2022.
Raphinha, yang menjadi pemain Barcelona pertama yang tampil di Piala Dunia 2026, hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Sepakannya menjelang akhir pertandingan dengan mudah diamankan kiper Bono.
Masalah semakin kompleks ketika Ancelotti memindahkan Raphinha ke posisi penyerang tengah pada babak kedua. Pergerakannya kerap terisolasi dan minim suplai bola dari lini kedua. Ia belum mampu mengulang ketajaman yang diperlihatkan Vinicius Junior di sisi sayap lawan.
Hasil ini membuat Brasil harus segera berbenah sebelum menghadapi Haiti pada laga berikutnya. Jika ingin melangkah jauh, kontribusi lebih besar dari Raphinha mutlak diperlukan. Ancelotti punya pekerjaan rumah serius untuk menemukan formula yang tepat agar kedua sayapnya bisa tampil seimbang.